Korupsi Tunjangan Transportasi

Baru Satu Kali Dipanggil Jadi Saksi, Wakil Ketua DPRD Babel Amri Cahyadi Kaget Ditetapkan Tersangka

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD), Bangka Belitung Amri Cahyadi terkejut saat diumumkan dirinya, menjadi satu di antara tersangka tersebut.

Penulis: Khamelia CC | Editor: Khamelia
Bangka Pos/ Anthoni
Kejaksaan Tinggi Provinsi Kep. Bangka Belitung menggelar konfrensi pers mengumumkan tersangka kasus dugaan korupsi tunjangan transportasi unsur pimpinan DPRD Babel kurun waktu 2017-2021, Kamis (8/9/2022). 

Dalam penyelidikan kasus tersebut, lanjut Ketut penyidik juga sempat mendalami dugaan keterlibatan
mantan Ketua DPRD Bangka Belitung, Didit Srigusjaya.

Namun dari hasil penyelidikan tidak ditemukan adanya perbuatan melawan hukum.

"Dari hasil penyelidikan eks ketua DPRD sendiri waktu itu tidak menerima tunjangan transportasi hanya menggunakan mobil dinas saja," beber Ketut.

Sekwan dan Tiga Wakil Ketua DPRD jadi Tersangka

Penyidik Pidsus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bangka Belitung (Babel), membeberkan empat nama tersangka kasus dugaan korupsi tunjangan transportasi pada unsur pimpinan DPRD Bangka Belitung, tahun 2017-2021.

Pengumuman tersangka tersebut disampaikan Aspidsus Kejati Bangka Belitung, Ketut Winawa, didampingi Kasidik Himawan dan Kasi A Bidang Intelejen Farid, di aula konfrensi pers Kejati Bangka Belitung,  Kamis (8/9/2022)
sore.

"Ke empat tersangka adalah, S (sekwan DPRD Babel tahun 2017), HA (Wakil ketua DPRD Babel), AC (Wakil Ketua DPRD Babel) dan DY (Wakil ketua DPRD Babel tahun 2017)," jelas Ketut memaparkan nama-nama para tersangka, Kamis (8/9/2022) sore.

Menurut Ketut, penyelidikan kasus tersebut di mulai tanggal 30 November 2021 dan berdasarkan hasil laporan perkembangan penyelidikan (P-5) tanggal 11 Juli 2022.

"Kesimpulan Senin tanggal 12 Juli 2022 telah ditemukan peristiwa pidana dugaan tindak pidana korupsi tunjangan transportasi pada Pimpinan DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2017 sampai dengan Tahun 2021," ungkapnya

Lebih lanjut dikatakan Ketut, perbuatan tersangka mengakibatkan kerugian keuangan negara lebih kurang Rp 2,4 miliar.

Para tersangka disangkakan dengan melanggar Primair. Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UndangUndang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

"Subsidiair: Pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP," tegas Ketut.

Deddy Yulianto Diperiksa

Wakil Ketua DPRD Babel periode 2014-2019 Deddy Yulianto menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bangka Belitung, Rabu (7/9/2022) siang.

Halaman
1234
Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved