G20 Belitung

G20 Dorong Industri Penerbangan Tumbuh, Pj Gubernur Bangka Belitung Singgung Tiket Pesawat

Ridwan Djamaluddin mengatakan perlu upaya untuk menyuburkan industri perhubungan, khususnya udara di Bangka Belitung.

Editor: Fitriadi
IST/Dokumentasi PTDI
Pj Gubernur Babel, Ridwan Djamauddin, bersama tamu undangan menaiki pesawat N219 pada Senin (5/9/2022). 

Jajaki Kerjasama

  • Babel Butuh Penerbangan untuk mobilitas.
  • PTDI dan Airbus teken MoU jajaki kerja sama.
  • Kerjasama produksi komponen aerostruktur.
  • Menko Marves Luhut puji Belitung
  • Frekuensi penerbangan meningkat drastis.

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Ridwan Djamaluddin mengatakan perlu upaya untuk menyuburkan industri perhubungan, khususnya  di Bangka Belitung.

Apalagi, kata Ridwan Djamaluddin, Bangka Belitung sebagai daerah kepulauan sangat membutuhkan transportasi udara untuk mobilitas.

Untuk itu, Ridwan Djamaluddin menyambut baik kegiatan Policy Support for the Development of Aerospace Industry (Session 1) di ruang Tanjungpandan, BW Suite Hotel, Tanjungpandan, yang digelar pada hari keduan Development Ministerial Meeting (DMM) G20 hari kedua, Kamis (8/9/2022).

"Saya sampaikan kalau provinsi kepulauan kita ini dari sisi kebutuhan jelas kebutuhan memerlukan mobilitas, berbasis kebutuhan jelas. Kedua, kontribusi paling besar inflasi di kita tiket pesawat perlu mengendalikan dengan cara menyuburkan industri perhubungan dalam hal ini udara," kata Ridwan kepada Bangka Pos Group.

Menurutnya, pembahasan ini untuk mendorong agar industri penerbangan dalam negeri tumbuh. 

"Saya ingat tadi ada Airbus, Boeing, semangat G20 ini semangat kerjasama. Mereka mendorong agar lebih maju supaya industri kita maju bisa berbagi peran. Misalnya sekarang dibangun di Eropa jauh dari pasarnya. Kalau di kita pasarnya besar," ujar Ridwan.

Ia menjelaskan kerjasama dibutuhkan antara Indonesia dengan negara lain sehingga dapat memberikan solusi dalam hal industri penerbangan.

"Kalau semua bangun di Eropa jauh dari pasar. Pasar kita besar. Bekerjasama win-win solution untuk sumber daya. Penguasaan teknologi sejak zaman Habibie (BJ Habibie), kita punya SDM-nya sehingga dapat berkontribusi," ujarnya.

"Kontribusi paling besar inflasi di kita tiket pesawat perlu mengendalikan dengan cara menyuburkan industri perhubungan dalam hal ini udara,"

Ridwan Djamaluddin
Pj Gubernur Bangka Belitung

Ridwan juga menyinggung soal sumber daya alam di Belitung yang dinilai dapat diunggulkan. Namun sisi informasi dan sektor lainnya harus terus diperbaiki.

"Pertama dari kesannya (tamu-tamu) terkait dengan informasi tentang kehebatan Belitung. Saya mesti kemana, harus ada modal dasar, kalau untuk alam, budaya sudah bagus. Tinggal bagaimana pengemasannya, dibuat paket wisata. Misalnya untuk paket agar dapat berlama-lama di Belitung. Ini lebih kepada pola bisnisnya ditata," kata Ridwan.

Ia menjelaskan kedatangan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan tak membahas masalah hilirasi dan ekspor timah. Melainkan membahas masalah pembangunan berkelanjutan.

Halaman
1234
Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved