Kim Jong-un Siap Perang Lawan Amerika, Perbanyak Senjata Nuklir, Tak Gentar Meski Disanksi 100 Tahun

Tak mau negaranya didikte Amerika, Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un tegaskan siap perang senjata nuklir lawan Amerika meskipun kena sanksi 100 tahun

Penulis: Hendra CC | Editor: Hendra
AFP/KCNA VIA KNS
Pemimpin Korut kim Jong Un merayakan uji coba senjata peluncur roket berukuran besar di lokasi yang tidak diketahui.(AFP/KCNA VIA KNS) 

POSBELITUNG.CO --  Kekuatan militer Amerika Serikat masih menjadi yang terkuat di dunia saat ini, apalagi didukung dengan teknologi canggih hingga nuklirnya.

Dengan kekuatan yang dimilikinya, Amerika Serikat ingin mendikte negara-negara lain dan seolah tak boleh lebih kuat darinya.

Setelah Rusia dibawah kepemimpinan Presiden Vladimir Putin, rupanya hal ini juga disadari oleh Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un.

Dengan tegas Kim Jong Un pun berani menantang Amerika Serikat bila berani mengganggu negaranya.

Baca juga: Rusia Tak Tergoyahkan, Eropa sudah Kewalahan Bantu Ukraina, Stok Senjata dan Amunisi Makin Menipis

Dilaporkan oleh AP News, Kim Jong Un akan tetap memproduksi senjata nuklir yang akan digunakannya untuk melawan kediktatoran Amerika Serikat.

Pernyataan itu disampaikan dalam pidato hari Kamis di parlemen  Korea Utara, di mana anggota mengesahkan undang-undang yang mengatur penggunaan senjata nuklir.

Kim Jong Un menggambarkan undang-undang tersebut sebagai langkah untuk memperkuat status nuklir negara itu dan menjelaskan kebijakan senjata semacam itu tidak akan dapat diubah.

Undang-undang tersebut termasuk ketentuan yang mengharuskan militer Korea Utara untuk "secara otomatis" melakukan serangan nuklir terhadap pasukan musuh jika kepemimpinannya diserang.

Kim Jong Un juga mengkritik Korea Selatan atas rencananya untuk memperluas kemampuan serangan konvensional dan menghidupkan kembali latihan militer skala besar dengan AS untuk melawan ancaman Korea Utara, menggambarkannya sebagai tindakan militer "berbahaya" yang meningkatkan ketegangan.

Baca juga: Negara yang Memiliki Senjata Nuklir Terbanyak, Kalau Perang Ternyata Amerika Bukan Tandingan Rusia

Kim Jong Un telah membuat ancaman konflik nuklir yang semakin provokatif terhadap AS dan sekutunya di Asia, juga memperingatkan bahwa Korea Utara akan secara proaktif menggunakan senjata nuklirnya ketika terancam.

Pernyataan terakhirnya menggarisbawahi meningkatnya permusuhan di kawasan itu saat ia mempercepat perluasan program senjata nuklir dan misilnya.

"Tujuan Amerika Serikat tidak hanya untuk menghilangkan kekuatan nuklir kami sendiri, tetapi pada akhirnya memaksa kami untuk menyerahkan atau melemahkan hak kami untuk membela diri dengan menyerahkan nuklir kami, sehingga mereka dapat meruntuhkan pemerintah kami setiap saat,” kata Kim Jong Un dalam pidato yang diterbitkan oleh kantor berita resmi  Korea Utara, KCNA.

Kim Jong Un sepertinya mengambil pelajaran dari Rusia, tak gentak disanksi oleh Amerika dan Barat.

"Biarkan mereka memberi sanksi kepada kami selama 100 hari, 1.000 hari, 10 tahun atau 100 tahun,” tambah Kim Jong Un.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved