Berita Belitung

Hatta Kabong Bakal Wakili Babel di Pameran Kerajinan Nusantara 2022

Pemuda Belitung, Muhammad Hatta atau dikenal sebagai Hatta Kabong, Pemilik Rumah Budaya Kabong terpilih menjadi perajin yang akan mengikuti Pameran Ke

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Fery Laskari
istimewa
Hatta Kabong bersama Rombongan Ketua Dekranasda Bangka Belitung. (IST/Dok Hatta Kabong)  

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Pemuda Belitung, Muhammad Hatta atau dikenal sebagai Hatta Kabong, Pemilik Rumah Budaya Kabong terpilih menjadi perajin yang akan mengikuti Pameran Kerajinan Nusantara atau Kriyanusa 2022.

Ia terpilih mewakili Bangka Belitung setelah ditunjuk Ketua Dekranasda Bangka Belitung saat mengunjungi boothnya di G20 Expo baru-baru ini. 

Pada Kriyanusa yang akan berlangsung di Jakarta Convention Center pada 21-25 September 2022, Hatta akan membawa produk-produk ekonomi kreatif buah karya tangannya.

Bukan itu saja, Hatta Kabong juga akan memperkenalkan tenun dan menunjukkan proses pembuatan tenun menggunakan alat tenun yang telah dimodifikasi olehnya. 

Proses pembuatan kain tenun, lanjut Hatta, berbeda-beda berdasarkan daerah dan alat yang digunakan. Dalam proses menenun, pemuda kreatif ini biasa menggunakan semi ATBM (alat tenun bukan mesin). 

"Hatta belajar (menenun) di Palembang khusus," ujarnya, Senin (12/8/2022). 

Saat menempuh pendidikan di Universitas Negeri Yogyakarta, Hatta juga banyak mempelajari tenun.

Ia mengetahui tenun di Pulau Jawa khas motif lurik dengan garis horizontal atau vertikal. Berbeda dengan tenun dari Sumatera yang memiliki motif yang lebih variatif. 

Alat tenun yang digunakan pun berbeda. Di Pulau Jawa alat tenun tradisional yang telah diupgrade, membuat proses tenun lebih cepat. Dalam sehari bisa menghasilkan kain sepanjang 10-20 meter.

Beda halnya di daerah-daerah Sumatera yang menggunakan alat tenun yang lebih tradisional yang tidak diupgrade. Membuat hasilnya jauh lebih lambat sehingga per hari hanya mampu menghasilkan kain sepanjang lima sentimeter. 

Pengetahuan Hatta soal tenun pun patut diapresiasi. Misalnya saat menjelaskan soal motif pucuk rebung pada kain tenun cual Bangka Belitung yang dikenakan Presiden Jokowi saat hari kemerdekaan. 

Hatta mengatakan, motif pucuk rebung dalam kain tenun dikenal tidak hanya di Bangka Belitung. Tapi juga berbagai daerah seperti Sumatera Selatan, Jambi, Sumatera Barat, dan Riau. Motif pucuk rebung pun berbeda tergantung daerah, ada istilah biku-biku dan padi mengurai. 

Ke depan, ia berharap semakin banyak anak muda yang mau belajar menenun. Seperti diketahui, di Belitung hanya ada dua orang yang diketahui mahir menenun, yakni Hatta dan Markana, seorang ibu rumah tangga asal Desa Juru Seberang. 

"Kalau bisa ada pelatihan untuk kemajuan tenun. Tenun ini bagian budaya dari Bangka Belitung," tuturnya. ( Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari) 

 

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved