Berita Belitung

Imbas BBM Aplikator Sesuaikan Tarif Taksi Online, Begini Kata Mereka

Penyesuaian tarif yang diberlakukan aplikator taksi online menyusul kenaikan harga BBM mendapat berbagai tanggapan dari driver online.

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Fery Laskari
Kompas.com
ILUSTRASI: Harga BBM naik lagi 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Penyesuaian tarif yang diberlakukan aplikator taksi online menyusul kenaikan harga BBM mendapat berbagai tanggapan dari driver online. Menurut Pengurus Komunitas Ikap-ikap Driver Online (KIDO) Belitung Rusdi Doenggio mengatakan pemberitahuan informasi penyesuaian tarif dari aplikator telah diterima per 11 September lalu.

Tarif baru tersebut, lanjutnya memang tak terlalu signifikan. "Kalau Gocar, dari bandara ke terminal per kilometernya Rp3.900. Kalau mengacu peraturan pemerintah Kemenhub memang aplikasi tidak menyalahi aturan, karena berada di antara batas atas dan batas bawah. Biasanya aplikasi Grab selisihnya tidak jauh berbeda," kata pria yang akrab disapa Abu Musa ini, Senin (12/8/2022).

Penyesuaian tarif ini, lanjutnya, memang mendapat tanggapan pro kontra dari masing-masing driver online. Penyesuaian ini tak terlalu signifikan berdampak bagi yang menjadi driver online hanya sebagai sampingan. Kondisi ini bisa saja berbeda dengan pengemudi lain yang menjadikan sebagai pekerjaan utama.

"Kalau di Belitung bagi kawan-kawan sebagai sambilan tidak masalah, tapi yang menjadikan sebagai pekerjaan utama tentu pertimbangannya berbeda," katanya. 

"Kalau jadi mata pencaharian sulit, order diperebutkan, sementara aplikator yang sebelumnya menyediakan insentif, sekarang tidak ada," tambah Abu.

Menurutnya, aplikator yang sebelumnya menyediakan insentif, sekarang dengan formula  8 penumpang insentifnya Rp125.000 untuk Go-car sulit didapatkan. Sebab, saat mendapatkan orderan dua kali ke bandara, insentif tersebut hangus. Demikian juga dengan Grab 6 penumpang yang insentifnya Rp85.000.

"Oleh karena itu kami menyarankan formula insentifnya kiranya dapat didiskusikan kembali antara aplikator dengan kami sebagai mitranya," ujarnya.

Hingga saat ini pun belum ada penumpang yang komplain atau mengeluh dengan pengenaan tarif baru. Hal tersebut, bisa karena penumpang tidak menyadari kenaikan tarif baru yang diberlakukan.

Apalagi di Belitung, perjalanan dapat ditempuh hitungan menit, sehingga tidak ada peningkatan tarif karena arus lalu lintas yang macet. 

Rusdi juga mengatakan justru yang menjadi kendala sulitnya berkomunikasi dengan pihak aplikator lantaran tak ada perwakilan di Belitung. Perwakilan terdekat berlokasi di Pulau Bangka, sehingga sulit untuk berkoordinasi dan berkomunikasi ketika diperlukan.

"Makanya kami berharap benar ada kantor operasional perwakilan dari aplikator," katanya. ( Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari) 
 

 

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved