Advertorial

IPHI Belitung Gelar Pembinaan Majelis Taklim Perempuan, Wadah Muslimah Menjemput Rahmat

Sekretaris IPHI Belitung H Asmaie Akhmad SPdI mengatakan, kebersamaan, sinergi, dan kegotongroyongan umat muslim diharapkan menghasilkan kerja cerdas

Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: nurhayati
ist
Foto Bersama Panitia bersama Undangan Pengajian Majelis Taklim Perempuan 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Belitung menggelar Pembinaan Majelis Taklim Perempuan (MTP) bertema Menjemput Rahmat Allah Melalui Al-Qur'an. Kegiatan berlangsung di Masjid Asy-Syafa'ah, Tanjungpendam, Kecamatan Tanjungpandan, Jumat (9/9) malam.

Sekretaris Belitung'>IPHI  Belitung H Asmaie Akhmad SPdI mengatakan, kebersamaan, sinergi, dan kegotongroyongan umat muslim diharapkan menghasilkan kerja cerdas dan keras, sehingga dapat menjadikan Belitung sebagai daerah pariwisata yang berlandaskan syariat Islam.

"Kegiatan ini bertujuan memberikan arahan atau pandangan, khususnya untuk muslimah-muslimah Belitung dalam Menjemput Rahmat Allah Melalui Al-Qur'an," kata Asmaie.

Menurutnya, kebutuhan hidup manusia bukan hanya fisik atau jasmani saja, tetapi juga rohani. Dari berbagai program yang diselenggarakan IPHI diharapkan menambah ketakwaan dan keimanan sebagai umat muslim. 

Pada MTP ini menghadirkan penceramah perempuan dari MUI pusat yaitu, Dr Hj Mursyidah Thahir MA. Materi yang disampaikan sesuai tema, dalam hal ini menekankan pada enam poin, yaitu iman, amal, akhlak, tauhid, fiqih, dan tasawuf.

Ia menjelaskan, sesama umat muslim harus saling mengasihi dan menyayangi, serta berbicara jujur, berbuat ikhlas, dan adil. Rasulullah SAW mengajarkan kepada umatnya beberapa cara agar rahmat Allah itu bisa diraih, yaitu berbuat ihsan dalam beribadah kepada Allah SWT dengan menyempurnakan ibadah kepada-Nya, dan merasa diperhatikan (diawasi) oleh Allah.

"Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an, Surat Al-A'raf, ayat 56, Bertakwa kepada-Nya dan menaati-Nya dengan melaksanakan perintah-Nya, dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Kasih sayang kepada makhluk-Nya, baik manusia, binatang, maupun tumbuhan, serta beriman, berhijrah, dan berjihad di jalan Allah. Mendirikan salat, menunaikan zakat, dan menaati Rasulullah SAW, serta berdoa kepada Allah SWT untuk mendapatkannya, dengan bertawasul dengan nama-nama-Nya yang Maha Pengasih (Ar-Rahman) lagi Maha Penyayang (Ar-Rahim)," ujar Mursyidah. (advertorial/mg1)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved