Jokowi Larangan Ekspor Timah, Industri Hilir Lebih Menguntungkan, Pemprov Babel Lakukan Persiapan

Presiden Jokowi pastikan larangan ekspor timah berlaku tahun ini agar Indonesia dapat keuntungan lebih dari produk hilirisasi timah

Penulis: Hendra CC | Editor: Hendra
Bangka Pos
Balok timah di gudang penyimpanan di Pangkalpinang siap untuk diekspor 

"Karena nikel dan bauksit itu produk hasil prosesannya belum seperti timah. Kalau timah ini, kandungan timah 99 persen baru boleh diekspor bila sudah peleburan (smelting). Berkaitan dengan pertimahan, kebutuhan industri atau hilirisasi sudah ada tetapi belum meluas," jelas Bambang. 

Diketahui sejak tiga tahun lalu, pemerintah sudah membuat aturan agar produk mineral dibuat industri hilir.

Hal ini dilakukan agar Indonesia mendapatkan nilai tambah dengan mengekspor produk atau bahan jadi.

Diakuinya Bambang bahwa industri hilirasasi timah diberlakukan agar mendapatkan nilai tambah.

Akan tetapi, proses industri hilirasasai timah harus dilakukan secara bertahap.

BPJ menambahkan bila larangan ekspor timah terjadi maka akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Bangka Belitung

"Sangat terganggu (ekonomi Babel-red), karena dalam produk domestik bruto regional kita yang terkait ini langsung ini dua, pertama sektor pertambangan dan sektor pengolahannya. Dua sektor ini kalau digabung sudah 40 persen, tentu sangat berpengaruh dan terganggu. Kita tidak berharap ekonomi Babel menjadi kolaps karena penyetopan yang tiba-tiba, maksud kami mau nyetop gak ada masalah tetapi rencananya (solusi-red) apa," kata BPJ. 

Persiapan Larangan Ekspor

Mulai tahun ini pemerintah melarang ekspor timah Indonesia.

Ekspor hanya bisa dilakukan untuk produk jadi yang keluar dari industri hilir.

Penjabat (Pj) Gubernur Bangka Belitung, Ridwan Djamaluddin mengatakan sebelum adanya larangan ekspor timah, Pemprov Babel akan menggelar Focus Group Discussion (FGD).

Forum ini nantinya akan membahas tentang persiapan mengikuti kebijakan pemerintah tentang larangan ekspor timah.

"Kan belom (penyetopan ekspor timah-red), kita persiapan, tanggal 15-16 nanti ada FGD, Minerba ESDM melakukan, kita langkah antisipatif lah, persiapan kita," kata Ridwan. 

Dirjen Minerba, Kementerian ESDM ini juga menambahkan dengan melakukan hilirasasi timah akan memberikan keuntungan lebih kepada masyarakat dan pemerintah daerah.

Hadirnya industri hilir timah nantinya akan membuka banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat di Bangka Belitung.

"Tertariknya itu, kita membuka lapangan pekerjaan, dari balok timah jadi kawat solder, berarti ada pabrik yang dibangun ini, nanti pabrik itu yang menyerap tenaga kerja," kata Ridwan. 

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita/Hendra)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved