Berita Belitung

Terdata 375 Pencari Kerja di Kabupaten Belitung, Disnaker: Dominan Lulusan SLTA

Disnaker Belitung juga sudah jemput bola dalam hal lowongan pekerjaan ke perusahan-perusahan yang ada di Belitung baik itu negeri maupun swasta.

Posbelitung.co/Vine febriani
Zola (23) calon pekerja yang sedang membuat kartu angka satu atau kartu kuning di Disnaker Kabulaten Belitung, Senin (12/9/2022). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Berdasarkan data dari Dinas KUKM, Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Belitung, pada tahun 2022 angka pencari kerja di wilayah ini sebanyak 375 orang. Para pencari kerja ini didominasi lulusan SLTA yang sebanyak 266 orang.

Jika dibandingkan, data pencari kerja yang terdata di Disnaker di Kabupaten Belitung tidak ada nilai naik atau turun yang drastis. Tahun 2021 lalu, sebanyak 355 orang, yaitu naik 20 persen di 2022 sebanyak 375 pencari kerja.

Hal ini wajar, karena kemungkinan jurusan yang tidak sesuai dengan lowongan yang tersedia. Pada Agustus 2022, ada 80 persen dari pencari kerja berijazah SLTA yang memiliki status pengangguran.

"Yang menyumbang angka nomor dua yaitu lulusan S1 sebanyak 74 orang, saya juga tidak tau apa penyebabnya," ucap Seksi Bina Penta, Evi kepada posbelitung.co, Senin (12/9/2022).

Akan tetapi, lulusan D-III tidak sebanyak lulusan S1, lulusan D-III ini hanya sebanyak 34 orang saja yang terdata.

Dalam menangani hal ini, Disnaker Kabupaten Belitung sudah melakukan berbagai usaha. Mulai dari sosialisasi pembinaan mental pekerja ke SMA atau SMK, yang mana para calon pekerja disosialisasikan masalah dunia kerja dan motivasi.

Tak hanya itu, Disnaker Belitung juga sudah jemput bola dalam hal lowongan pekerjaan ke perusahan-perusahan yang ada di Belitung baik itu negeri maupun swasta.

"Kami malah senang banget, kalau ada perusahaan yang mau bekerjasama dengan kami masalah mencari tenaga kerja," kata Evi.

Dalam mengupayakan informasi terkat lowongan pekerjaan kepada para pencari kerja, Disnaker sudah menyediakan sosial media Facebook yaitu Lokernaker Belitung, serta Disnaker juga konsisten menginfokan lowongan pekerjaan ke SMK dan SMA di Belitung.

Pantauan Posbelitung.co, tampak seorang laki-laki lulusan SMKN Tanjungpandan tengah membuat kartu angka satu atau sering disebut kartu kuning. Kartu kuning merupakan salah satu syarat dalam melamar kerja di perusahaan.

"Saya membuat kartu ini untuk melamar di PLTU Suge, Pegantungan, Badau sebagai salah satu syaratnya," kata Zola (23) kepada posbelitung.co, Senin (12/9/2022).

Menurut Evi, sebenarnya tidak sulit mencari lowongan pekerjaan di Belitung ini, tapi karena masih didukung oleh sumber daya alam (SDA) yang masih kaya, hal itu membuat SDM di Belitung ini lebih memilih bekerja di laut atau tambang timah.

Jika ada pelatihan pun pihak Disnaker sangat sulit mencari pesertanya, walaupun dengan angka 375 pencari kerja di tahun ini. Padahal pelatihan itu sangat berguna sebagai penunjang skill SDM Belitung untuk bekerja di perusahaan.

Tak hanya pelatihan, kesempatan untuk bekerja di luar negeri pun malah hampir tidak ada peminatnya, hal itu membuat Disnaker kesulitan dalam menentukan arah untuk para pencari pekerjaan di Belitung.

Di Belitung sendiri, lowongan yang paling banyak menurut Disnaker yaitu, sales dan marketing, tetapi SDM Belitung enggan untuk melamar di posisi itu, padahal peluang bekerjanya besar.

(Posbelitung.co/Vine Febriani)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved