Berita Belitung

Dermaga Pasar Tradisional Tanjungpandan Ambruk, Kini Warga Juru Seberang Tak Dapat Melintas Lagi

Dermaga Pelabuhan Pasar Tradisional Tanjungpandan Belitung, ambruk. Sarana penyeberangan menuju Desa Juru Seberang, itu dalam kondisi rusak berat.

Penulis: Disa Aryandi | Editor: Fery Laskari
posbelitung.co
Dermaga pelabuhan penyeberangan Pasar Tradisional menuju Desa Juru Seberang, Kecamatan Tanjungpandan, Belitung, Selasa (13/9/2022),ambruk. (Posbelitung/Disa Aryandi) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Dermaga Pelabuhan Pasar Tradisional Tanjungpandan Belitung, ambruk. Sarana penyeberangan menuju Desa Juru Seberang, itu dalam kondisi rusak berat dan sudah tak dapat digunakan lagi.

Amburuknya dermaga penyeberangan ini terjadi, Minggu (11/9/2022) sekitar Pukul 11.00 WIB. Warga Desa Juru Seberang kini tak bisa melintasi dermaga karena kondisinya sangat mengkhawatirkan.

Kondisi bagian atap dermaga berbahan coran tersebut dalam kondisi sudah retak. Tiang bawah sebagai penyanggah dermaga juga sudah hancur.

"Dari kemarin setelah ambruk itu sampai sekarang tidak berani aku lewat, hanya duduk di sini saja (bagian ujung dermaga -red). Lihat sendiri sudah retak semua bagian coran atas," kata Amin, jasa transportasi penyeberangan dari pelabuhan menuju Desa Juru Seberang atau sebaliknya menceritakan kronologis ambruknya dermaga kepada Posbelitung.co, Selasa (13/9/2022).

Saat dermaga ambruk, Amin (60)  mengaku sedang tidur di atas kapal boad miliknya, berjarak sekitar lima meter.

Amin mengaku sudah 40 tahun berprofesi sebagai pengantar orang menggunakan kapal dari dermaga itu. "Kalau dulu hanya diperbaiki saja, kalau ini ambruk lah. Ada sekitar 20 tahun dermaga ini, dan aku juga waktu kejadian sedang tidur di bot. Sekarang beli kopi saja ke pasar lewat dermaga itu tidak berani aku, takut naas," ucapnya.

Dermaga ini merupakan pintu bagi warga Desa Juru Seberang untuk ke daratan Tanjungpandan. Keperluan warga ke daratan Tanjungpandan, ada yang ingin bekerja, sekolah hingga membawa barang keperluan sehari-hari.

Akses dari Tanjungpandan menuju Desa Juru Seberang melalui dermaga itu terbilang sangat cepat. "Biasanya dari  setengah enam sampai jam tujuh malam itu masih ada orang yang pakai kapal kami. Kalau waktu kejadian ambruk itu memang tidak ada orang yang lewat, tapi kami kedepan nya itu takut," ujarnya.

Kapal yang biasa bersandar untuk membawa penumpang di dermaga ini secara keseluruhan ada lima kapal. Sejak ambruknya dermaga itu, pemilik kapal berinisiatif memasang papan sebagai perlintasan menuju kapal. ( Posbelitung.co/Disa Aryandi)

 

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved