Berita Pangkalpinang

Diultimatum DPRD, Wali Kota Pangkalpinang Jelaskan Usaha Pemkot Atasi Masalah Banjir

Beberapa fraksi partai di DPRD Pangkalpinang  memberikan ultimatum kepada Pemerintah Kota Pangkalpinang, menangani masalah banjir

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil 

“Kalau air pasang harap maklum, karena itu udah cuacanya seperti itu. Di mana Pangkalpinang bentuknya seperti kuali, agak ribet kita untuk menghilangkan itu,” sebutnya.

Kendati demikian kata dia, untuk antisipasi banjir pada musim hujan saat ini pihaknya telah menyiapkan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Begitu juga dengan bantuan sembilan bahan pokok (Sembako) dan asbes sudah disiapkan.

“Untuk alat CT Scan itu kan kinerjanya, maksudnya ditingkatkan setuju saya. Jadi berimbang dengan apresiasi yang kita berikan dan kinerja mereka juga disesuaikan,” kata Molen.

Proyek Kolam Retensi di Sungai Rangkui

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pangkalpinang, Mie Go mengatakan, pihaknya merencanakan pembangunan pintu air sebagai rencana jangka menengah penanganan banjir di daerah itu. Rencananya, pintu air dibangun dalam waktu dekat.

“Kita rencananya akan membangun pintu air untuk menutup saluran air di sekitar Sungai Rangkui, terutama yang ada di Kelurahan Opas Indah dan Gedung Nasional,” ujar dia kepada Bangkapos.com, Selasa (13/9/2022).

Mie Go mengungkapkan, permasalahan banjir yang kerap menggenangi sejumlah daerah di Pangkalpinang merupakan isu strategis pemerintah setempat sejak lama dan masih menjadi konsentrasi sampai kini.

Dipilihnya pembangunan pintu air sendiri untuk mengatur air di sungai Rangkui, sehingga bila terjadi banjir, air dapat dikuras dengan cepat.

Terlebih dua daerah yang rawan banjir seperti Kelurahan Opas Indah dan Gedung Nasional sendiri merupakan daerah cekungan.

Apabila hujan deras diiringi pasang air laut, kawasan tersebut dipastikan akan diterjang banjir.

Hal ini terjadi sebab air hujan yang jatuh ke permukaan tanah tidak dapat mengalir ke Sungai Rangkui lantaran terjadi back water atau air balik.

Akibatnya aliran air terbendungnya dari hulu, sehingga elevasi muka air pada penampang sungai meningkat.

“Oleh karena itu penanganan kita harus membuat pintu air sehingga bisa ditutup. Sedangkan air yang menggenangi daerah cekung tersebut akan kita sedot menggunakan mobile pump (Mesin pompa air-red) dan kita buang ke Sungai Rangkui,” terang Mie Go.

Baca juga: Santri Gontor Tewas Dianiaya Senior, Satu Tersangka asal Pangkalpinang, Ini Kata Kasat Reskrim

Halaman
123
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved