Berita Pangkalpinang

Diultimatum DPRD, Wali Kota Pangkalpinang Jelaskan Usaha Pemkot Atasi Masalah Banjir

Beberapa fraksi partai di DPRD Pangkalpinang  memberikan ultimatum kepada Pemerintah Kota Pangkalpinang, menangani masalah banjir

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil 

Di sisi lain dia menilai, selama tidak ada pintu air pada saluran air dari pemukiman warga di sekitar Sungai Rangkui banjir tidak akan dapat tertangani.

Pasalnya saat air laut pasang, air akan mengalir menggenangi seluruh saluran air di pemukiman warga.

Sehingga walaupun tidak hujan, dua kawasan tersebut dapat terjadi banjir ketika pasang air laut pada puncak tertinggi.

Maka dari itu diperlukan pintu air guna menghalangi air untuk masuk ke pemukiman warga.

“Pintu air itu fungsinya untuk pengendalian air di daerah cekungan. Di mana memang dua daerah itu merupakan daerah cekungan, ketika air pasang otomatis menggenangi daerah tersebut,” jelas Mie Go.

Walaupun begitu kata Mie Go, selain membangun pintu air pihaknya juga akan melakukan pengelolaan dan normalisasi sungai Rangkui.

Di samping itu juga sembari membangun kolam retensi Linggarjati yang berfungsi untuk menampung air hujan sementara waktu, dengan memberikan kesempatan untuk dapat meresap ke dalam tanah yang operasionalnya dapat dikombinasikan dengan pompa atau pintu air.

Di mana pembangunan kolam retensi ini telah dilakukan Detail Engineering Design (DED) alias perencanaan dan menelan dana sekitar Rp20 miliar.

Pengerjaannya sendiri saat ini dilaksanakan secara bertahap sampai 2023, dimana pada tahun 2022 baru bisa dikerjakan sebesar 10 persen saja lantaran dana yang tersedia hanya Rp2,5 miliar.

Dengan dana itu nantinya akan dilakukan pengerukan, sehingga bisa menampung air masuk yang datang dari daerah Kelurahan Bukit Tani dan Bukit Merapin.

Selebihnya, pada tahun ini juga dinas PUPR menganggarkan untuk pembelian satu mesin sedot baru.

Sebab, mobile pump yang lama terkendala oleh mobilitas dan manuver di lapangan. Karena mesin tersebut perlu ditarik menggunakan mobil truk, sedangkan kawasan langganan banjir jalannya cukup sempit.

“Nanti kita anggarkan seperti mobil pemadam kebakaran yang langsung ada pompanya. Kita juga sudah membentuk tim Tim Strategi Implementasi Gerakan Siap Tangani Banjir Opas dan Gedung Nasional (Sigesit Boss). Diharapkan banjir semakin teratasi,” harap Mie Go.

(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved