Duet China dan Rusia, Sepakat Kuasai Tatanan Dunia akan Hapus Dominasi Amerika Serikat jadi Adikuasa

China dan Rusia akan bertemu untuk merealisasikan rencana atur tatanan dunia internasional menghilangkan dominasi Amerika Serikat

Editor: Hendra
AFP
Presiden Rusia, Vladimir Putin dan Presiden China, Xi Jinping berjabat tangan 

POSBELITUNG.CO, BEIJINg,  – Sejak menginvasi Ukraina, hubungan Rusia dengan China kini bertambah harmonis.

Sementara hubungan kedua negara ini dengan Amerika Serikat yang disebut negara polisi dunia ini mulai renggang.

Hubungan Amerika dan Rusia retak sejak pecahkanya perang dengan Ukraina.

Sementara China mulai renggang dengan Amerika saat pihak Gedung Putih lebih berpihak ke Taiwan.

China sendiri mengklaim bahwa Taiwan bagian dari negaranya.

Kini Rusia dan China semakin bertambah akrab.

Baca juga: Takut Serangan Balasan Rusia, Zelensky Minta Barat Percepat Kirim Senjata Usai Rebut Wilayah Timur

Bahkan kedua negara ini akan membentuk tatanan international atau menggantikan posisi Amerika menjadi polisi dunia.

Kabar Rusia dan China hendak mengatur negara-negara di dunia ini disampaikan oleh Kepala Urusan Luar negeri Partai Komunis China Yang Jiechi.

Ia bahkan menyatakan China dan Rusia sudah siap untuk mengatur tatanan internasional yang lebih adil dan rasional.

Keduanya akan mengimbangi dominasi Amerika Serikat mengatur negara lain.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, Diplomat Senior China mengatakan minggu ini kedua negara akan melakukan pertemuan.

"Di bawah bimbingan strategis Presiden Xi Jinping dan Presiden (Vladimir) Putin, hubungan antara kedua negara selalu bergerak maju di jalur yang benar," kata Yang Jiechi kepada Duta Besar Rusia untuk China Andrey Denisov pada Senin, sebagaimana dilaporkan oleh Kementerian Luar Negeri China.

Dikutip dari Kantor berit AFP, Kementrian Luar Negeri China menyebut China bersedia bekerja dengan Rusia untuk terus menerapkan semangat kerja sama strategis tingkat tinggi antara kedua negara, menjaga kepentingan bersama kedua belah pihak, dan mempromosikan pengembangan tatanan internasional ke arah yang lebih adil dan rasional.

Menanggapi pernyataan pihak China, Denisov memuji telah adanya "hasil yang bermanfaat" dari hubungan bilateral kedua negara.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved