Siapa PJ Gubernur DKI Jakarta Pengganti Anies Baswedan? Berikut Tiga Namanya, Satu Orang dari KSP

Inilah nama calon PJ Gubernur DKI Jakarta pengganti Anies Baswedan yang akan dipilih oleh Presiden Jokowi

Editor: Hendra
Dokumentasi @DKIJakarta/INSTAGRAM
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Jumat (25/12/2020) 

POSBELITUNG.CO, JAKARTA - Masa kerja Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria akan berakhir pada 16 Oktober nanti.

Untuk menggantikan Anies Baswedan tersebut DPRD DKI Jakarta pun sudah menetapkan tiga orang nama-nama calon Penjabat (PJ) Gubernur DKI Jakarta.

PJ Gubernur DKI Jakarta ini akan bertugas hingga pemilu mendatang atau pada tahun 2024.

Tiga nama calon PJ Gubernur DKI Jakarta yang akan diajukan ke Presiden Joko Widodo yakni Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Bahtiar, dan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Marullah Matali.

Sedangkan satu orang lagi merupakan anak buah Presiden Jokowi yakni Kepala Sekretariat Kepresidenan (KSP) Heru Budi Hartono.

"Jadi nama yang tersaring yakni Heru Budi Hartono, Marullah Matali, dan Bahtiar," ucap Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi dalam rapat pimpinan gabungan (Rapimgab), Selasa (13/9/2022).

Adapun penetapan tiga nama ini dilakukan dengan melibatkan semua fraksi di DPRD DKI Jakarta dalam rapat pimpinan gabungan (Rapimgab) yang digelar siang ini.

Setiap fraksi pun menyetorkan tiga nama yang akan diusulkan sebagai Pj Gubernur pengganti  Anies Baswedan.

Kemudian tiga nama yang paling banyak muncul otomatis bakal diserahkan DPRD DKI kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Selanjutnya ketiga nama ini akan langsung dikirim ke Presiden Joko Widodo bersama tiga kandidat lain yang diusulkan Kemendagri.

Anies Ikuti Proses

Gubernur DKI Jakarta  Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria  hadir dalam rapat paripurna dI DPRD DKI itu.

Anies Baswedan pada konferensi pers usai rapat mengatakan akan mengikuti proses administrasi pengusulan pemberhentian gubernur dan wakil gubernur DKI yang disebutkan DPRD.

"Kita sudah dengar pengumumannya sekaligus itu bahan proses administrasi bagi pengusulan pemberhentian gubernur. Jadi kita ikuti saja prosesnya, ini bagian dari proses administrasi yang harus dikerjakan, dan langsung di semua provinsi, termasuk di Jakarta," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved