Breaking News:

Berita Belitung

SLB Tanjungpandan Impelementasikan SPAB Mitigasi, Rhama: Lokasi Sekolah Rentan Bencana

Pelajar penyandang disabilitas yang dikhawatirkan keberadaan dan kondisinya termasuk perangkat sekolah sendiri.

Penulis: Maggang (mg) | Editor: Tedja Pramana
Posbelitung.co/Vine febriani
Kepala sekolah SLB, Tanjungpadan, bersama Kepala Cabdin Wilayah 5, Deska Anandya dan BNPB Beltim, Yuliana pada sosialisasi implementasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), Selasa (13/9/2022). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Tanjungpandan, Kabupaten Belitung mengadakan Sosialisasi Implementasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), Selasa (13/9/2022).

"Lokasi sekolah kami ini sangat rentan bencana, dimana tepat di belakang sekolah kami ini adalah jurang, serta aksesbilitas menuju sekolah ini hanya ada dua," ucap Kepala Sekolah, Rhama Duniati kepada posbelitung.co, Selasa (13/9/2022).

Tak hanya lokasi saja, jika terjadi suatu bencana disekitar sekolah ini. Pelajar penyandang disabilitas yang dikhawatirkan keberadaan dan kondisinya termasuk perangkat sekolah sendiri, apalagi mereka masih belum paham bagaimana penanggulangannya jika terjadi bencana.

Maka dari itu, sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan, contohnya kebakaran yang kemungkinan besar akan terjadi. Pihak SLB ingin mengimplementasikan SPAB ini untuk semua warga di SLB, dengan bekerja sama dengan BNPB Belitung dan Beltim, pemerintah daerah, serta warga-warga sekitar.

Fasilitator BNPB Beltim, Muhammad Hidayat mengatakan, SLB ini memang harus dimitigasikan. Mengingat tak hanya lokasinya saja, warga sekolahnya juga rentan terhadap bencana.

"Dari awal masuk ke SLB ini, kami sudah disuguhi oleh gang kecil yang membuat mobil sulit masuk, contohnya, ketika terjadi kebakaran, mobil Damkar tidak akan bisa masuk," kata Hidayat kepada posbelitung.co, Selasa (13/9/2022).

Aksesbilitas di SLB ini memang sangat minim, dimana jalur masuknya hanya ada dua, dan sekolah ini berada tepat dibagian paling ujung yang diapit oleh dua sekolah.

Warga sekolahnya pun, merupakan penyandang disabilitas, yang membuat BNPB sendiri sulit menentukan langsung SPABnya, makanya BNPB berharap kepada pemerintah daerah seperti lurah Pangkallalang, kaling, dan warga-warga sekitar ini untuk saling membantu dalam impelentasi mitigasi ini, lanjutnya.

Lurah Pangkallalang, M Lusin Kuswantoro mengatakan kepada Kaling kelurahan Pangkallalang untuk menindaklanjuti masalah aksesbilitas di SLB.

Mendata apa saja yang diperlukan SLB, serta menginfokan kepada warga Pangkallalang khususnya sekitaran SLB untuk turut berpartisipasi dalam implementasi SPAB ini.

"Khusus untuk lingkungan diluar SLB, silahkan diajukan saja kepada Kaling, nanti kaling yang meneruskan kepada kami," ucap Lusin kepada posbelitung.co, Selasa (13/9/2022).

(Posbelitung.co/vine febriani)

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved