Perang Rusia dan Ukraina

Takut Serangan Balasan Rusia, Zelensky Minta Barat Percepat Kirim Senjata Usai Rebut Wilayah Timur

Vladimir Putin terdiam saat pasukannya dipukul mundur di wilayah Timur Laut Ukraina yang menggunakan senjata bantuan barat

Editor: Hendra
AFP
Didampingi oleh Menteri Pertahanan Sergei Shoigu (kiri) dan Valery Gerasimov, kepala Staf Umum Rusia, Presiden Rusia Vladimir Putin (tengah), mengawasi latihan militer 'Vostok-2022' di tempat pelatihan Sergeevskyi di luar kota Ussuriysk di Rusia Timur Jauh pada 6 September 2022. 

POSBELITUNG.CO --  Ukraina sukses memukul mundur pasukan Rusia di wilayah Timur Laut, Sabtu (10/9/2022) berkat menggunakan senjata yang diberikan oleh pihak barat.

Pasukan Rusia yang tersisa meninggalkan wilayah timur laut kemudian kembali ke wilayahn yang jauh dari jangkauan Ukraina.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, sepertinya tak ingin berpuas diri.

Ia khawatir serangan balasan dari Rusia bisa membalikkan keadaan.

Karenanya Zelensky kembali meminta pihak barat mempercepat pengiriman senjata untuk mempertahankan wilayah yang sempat direbut oleh Rusia tersebut.

Dilansir Reuters, seorang pejabat AS mengklaim Rusia telah menyerahkan sebagian besar wilayah dekat Kharkiv di timur laut. 

Mereka juga disebut menarik banyak pasukannya untuk kembali ke perbatasan.

Sejak awal invasi, Amerika Serikat dan sekutunya telah memberikan  Ukraina bantuan persenjataan senilai miliaran dolar.

Kyiv mengakui senjata canggih dari Barat membantu mempertahankan diri dari serangan  Rusia.

Dalam pidatonya pada Senin (12/9/2022) malam, Presiden Zelensky mengatakan  Ukraina dan Barat harus memperkuat kerja sama untuk mengalahkan teror  Rusia.

Keberhasilan serangan balasan Ukraina turut ditanggapi Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken.

Ia mengatakan pasukan  Ukraina membuat kemajuan signifikan dengan dukungan Barat.

"Apa yang telah mereka lakukan direncanakan dengan sangat metodis dan tentu saja itu diuntungkan dari dukungan signifikan dari Amerika Serikat dan banyak negara lain dalam hal memastikan bahwa  Ukraina memiliki peralatan yang dibutuhkan untuk menuntut serangan balasan ini," kata Blinken selama konferensi pers di Mexico City.

Pekan lalu, Washington mengumumkan bantuan senjata terbarunya untuk  Ukraina.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved