Konsultasi Dokter Pos Belitung

Cegah Penyakit Kulit Menular, Terapkan Pola Hidup Bersih  

Frambusia merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan bakteri Treponema pallidum. Bakteri ini dapat masuk melalui luka lecet, goresan

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Fery Laskari
posbelitung.co
Program Konter atau Konsultasi Dokter Pos Belitung bersama Dokter Umum Puskesmas Kelapa Kampit dr. Vita Noveryn, Kamis (15/9/2022). (Posbelitung.co) 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG - Frambusia merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan bakteri Treponema pallidum. Bakteri ini dapat masuk melalui luka lecet, goresan atau luka infeksi kulit hingga dapat menyebar dalam sistem peredaran darah. Jika tak mendapat perawatan, bisa menimbulkan kerusakan jaringan kulit yang lebih luas, bahkan bisa menyebabkan kerusakan pada tulang. 

"Awalnya bentuknya papul, nodul, papiloma, yang menimbulkan getah kuning. Getah lesi ini yang bisa banyak mengandung bakteri Treponema pallidum, dan ini sangat infeksius. Bila ada satu orang dengan luka terbuka, luka lecet, luka sayatan, dapat terinfeksi bakteri ini dengan bersentuhan getah lesi kuning, bisa juga dari lalat yang hinggap di luka lesi frambusia," kata Dokter Umum Puskesmas Kelapa Kampit dr Vita Noveryn, Kamis (15/9/2022). 

Faktor risiko penyebab frambusia atau dikenal pula patek atau buba ini akibat kurang menjaga kebersihan, misalnya lingkungan kumuh, jarang mandi atau jarang mengganti pakaian. 

Stadium awal frambusia sebenarnya masih bisa diobati dengan pengobatan antibiotik. Stadium satu pada frambusia ditandai dengan luka pada kulit yang menyebabkan benjolan menyerupai kutil yang memiliki getah kuning.

Jika tanpa perawatan yang tepat, memasuk stadium dua, penyakit ini dapat menyerang persendian. Kemudian pada stadium tiga sudah dapat menyebabkan kerusakan pada tulang. 

Ada juga stadium laten yang sulit dideteksi karena tanpa gejala klinis. Padahal bakteri masih ada dalam tubuh selama lima tahun, sehingga susah untuk memutus mata rantai penularan karena bakteri dapat tinggal lima tahun meski tidak ada gejala.

Vita mengatakan penyakit ini memang jarang sekali terjadi. Bahkan selama bertugas di Puskesmas Kelapa Kampit, ia belum pernah menemukan kasus frambusia. Makanya, Puskesmas Kelapa Kampit juga fokus dalam upaya eradikasi atau pemusnahan penyakit frambusia. 

"Kami dalam persiapan untuk penilaian Oktober 2022. Makanya dilakukan langkah pencegahan frambusia melalui advokasi, sosialisasi terhadap masyarakat dan anak usia sekolah dengan bantuan tokoh masyarakat dan dukungan dinas kesehatan, penyuluhan," ujarnya. 

Paling penting dalam mencegah frambusia yakni dengan kesadaran diri dalam menjaga kebersihan, menggunakan air bersih, sering cuci tangan dan ganti baju. 

"Kami dari UPT Puskesmas Kelapa Kampit mendukung program penanggulangan frambusia demi tercapainya eradikasi frambusia di Kabupaten Belitung Timur," katanya. ( Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved