Berita Lokal

Segera Diberlakukan di Babel, Telat Bayar Pajak Dua Tahun Berturut-turut Kendaraan Dianggap Bodong

STNK yang mati dua tahun berturut-turut, nantinya dianggap sebagai kendaraan yang tak memiliki data "bodong"

Penulis: Khamelia CC | Editor: Khamelia
Satlantas Polres Ketapang
Ilustrasi membayar pajak kendaraan - Simak cara mudah memblokir STNK agar terhindar dari pajak progresif, tidak perlu ke Samsat. 

POSBELITUNG.CO --Hati-hati dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan ( STNK) yang telat bayar pajak. Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri berencana menerapkan penghapusan data kendaraan yang tidak memperpanjang STNK selama dua tahun berturut-turut.

STNK yang mati dua tahun berturut-turut, nantinya dianggap sebagai kendaraan yang tak memiliki data "bodong"

Bukan tanpa dasar, aturan itu dilakukan berdasarkan Pasal 74 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). 

Wacana penghapusan data kendaraan yang tidak memperpanjang STNK selama dua tahun sudah ada sejak 13 tahun lalu.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Babel Kombes (Pol) Juang Andi Priyanto melalui Kabag Bin Ops AKBP Deddy Dwitya Putra, mengatakan, untuk pelaksanaan kebijakan tersebut saat ini masih dalam tahapan sosialisasi.

"Ia benar terkait kendaraan yang tidak dibayarkan pajak STNK setelah 5 tahun di tambah 2 tahun akan dihapuskan. Dengan beberapa syarat dan ketentuan, diberikan surat peringatan sampai tiga kali," kata Kabag Bin Ops AKBP Deddy Dwitya Putra, kepada Bangkapos.com, Kamis (15/9/2022).

Untuk di Bangka Belitung, kata Deddy saat ini masih dalam tahapan sosialisasi, disampaikan melalui media dan pembagian selembaran brosur bekerja sama dengan Bakuda dan Jasa Raharja Babel.

"Kami bersama Bakuda dan Jasa Raharja melakukan tahapan sosialisasi. Hingga saat ini kami masih dari Korlantas Polri, mungkin tahun depan akan dilaksanakan," tegasnya.

Ia menambahkan apabila kepemilikan kendaraan dicabut, kendaraan dapat didaftarkan kembali.

"Apabila hal itu diberlakukan dan dicabut maka kendaraan tersebut mati dan harus didaftarkan kembali seperti kendaraan baru nanti, bukan berarti bodong," lanjutnya.

Halaman
1234
Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved