Berita Belitung

Harga Ayam di Beltim Tembus 48 Ribu Rupiah Per Kg, Penjual Ungkap Penyebabnya

Kenaikan harga pakan dan bibit DOC  membuat penternak kecil enggan melanjutkan usahanya, karena resiko ruginya cukup besar, dan modal.

Penulis: Maggang (mg) | Editor: Tedja Pramana
Posbelitung.co/Vine febriani
Pedagang daging ayam di Pasar Tradisiona Manggar, Sarnita (45) saat melayani pembeli, Jumat (16/9/2022). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Stok ayam dari peternak kurang dan kenaikan BBM membuat harga ayam di Pasar Manggar tembus Rp48.000 per kilogram sejak dua pekan ini.

Satu di antara pedagang daging ayam di Pasar Tradisional Manggar, Sarnita (45) menyampaikan saat harga ayam anjlok beberapa pekan lalu, banyak peternak yang enggan memelihara ayam lagi.

"Peternak sini, gak banyak, paling cuma 10an peternak saja, itu pun tidak mencukupi kebutuhan penjual ayam di Pasar Manggar, malahan kami sesama penjual sampai rebutan," ujarnya kepada posbelitung.co, Jumat (16/9/2022).

kalau cuma memelihara 200-300 ekor ayam tidak mau lagi, karena hitungannya sudah rugi mereka. Biaya peletnya saja sudah berapa, belum lagi sekarang BBM naik, otomatis semuanya naik juga, lanjutnya.

Menurutnya, kenaikan harga pakan dan bibit DOC  membuat penternak kecil enggan melanjutkan usahanya, karena resiko ruginya cukup besar, dan modal.

"Harga pakan sekarang tembus diharga Rp450ribu perkarung 50 kilogram, Sedangkan harga bibit tergantung kualitas yakni mulai Rp9000-Rp11.000 perekor," ujarnya.

Hal itu membuat para penjual ayam di Pasar Manggar membeli ayam di Tanjungpandan, sedangkan sekarang ongkos kirim nya juga ikutan naik, itu menjadi dilema penjual ayam di Pasar Manggar.

Pembeli selalu mengeluhkan kepada mereka kenapa harga ayam selalu naik, bahkan menurutnya, terakhir kali harga ayam dibawah 40 ribu rupiah itu ditahun 2018.

"Prediksi saya, seminggu kedepan harga ayam akan mencapai 50 ribu rupiah, disebabkan oleh kurangnya pasokan ayam di manggar, sehingga kami harus membeli ayam dari Tanjungpadan hingga luar belitung dengan ongkir yang mahal," katanya.

Sarnita pun mengimbau kepada masyarakat yang membeli ayam, jangan selalu menyalahkan penjual ayam masalah harga ayam naik, pembeli juga harus paham alasan kenapa harga ayam terus naik, apalagi di era kenaikan BBM sekarang.

(Posbelitung.co/Vine Febriani)

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved