Perang Rusia dan Ukraina

Peringatan Keras Rusia ke Amerika, Masih Pasok Senjata ke Ukraina Dianggap Musuh, Siap Perang Besar

Rusia siap terlibat konflik lebih besar lagi kalau Amerika dan sekutunya masih tetap pasok senjata dan rudal ke Ukraina

Editor: Hendra
dailymail.co.uk
Rudal Iskander berhulu ledak nuklir milik Rusia 

POSBELITUNG.CO --  Ukraina berhasil merebut beberapa wilayahnya dari penguasaan Rusia setelah menggunakan senjata bantuan Amerika Serikat dan pihak barat.

Rupanya penggunaan senjata dari Amerika Serikat dan Barat sejauh ini sangat membantu pihak Ukraina.

Setelah beberapa wilayah yang sempat dikuasainya berhasil direbut kembali, Rusia pun mulai melancarkan serangan balasan. 

Dua hari lalu kampung halaman Presiden Ukraina, Volodimir Zelensky dihujani Rusia dengan rudal.

Akibatnya bendungan di wilayah tersebut hancur hingga merendam ratusan rumah warga.

Rusia sepertinya tak ingin kecolongan lagi. Senjata bantuan Amerika Serikat dan Barat ampuh memberikan perlawanan hingga beberapa wilayah lepas dari penguasaannya.

Karenanya Kementerian Luar Negeri Rusia memberikan peringatan keras kepada Amerika Serikat.

Mereka meminta agar Amerika Serikat dan sekutunya tak lagi masok rudal ke Ukraina.

Namun bila Amerika Serikat dan sekutunya tak mengindahkan, Rusia menganggap sama seperti Ukraina.

Rusia mengatakan bahwa jika Amerika Serikat memutuskan untuk memasok Kyiv dengan rudal jarak jauh, itu akan melewati "garis merah" dan menjadi "pihak dalam konflik" di  Ukraina.

Pada hari Kamis (15/9/2022), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Maria Zakharova menambahkan  bahwa Rusia berhak untuk mempertahankan wilayahnya.

AS telah secara terbuka memasok Ukraina dengan roket sistem roket peluncuran ganda terpandu (GMLRS) canggih, yang ditembakkan dari peluncur sistem roket artileri mobilitas tinggi (HIMARS) dan yang dapat mencapai target hingga 80 km jauhnya.

“Jika Washington memutuskan untuk memasok rudal jarak jauh ke Kyiv, maka itu akan melewati garis merah, dan akan menjadi pihak langsung dalam konflik,” kata Zakharova, sebagaimana dikutip dari Al Jazeera.

Para pejabat AS mengatakan Ukraina telah berjanji untuk tidak menggunakan roket AS untuk menyerang Rusia sendiri.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved