Berita Belitung

Polemik PT SBI, Iwan Minta Pertamina Hentikan Sementara SPBU dan SPBN Sampai Putusan Inkracht 

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpandan akhirnya mengabulkan sebagian gugatan yang dilayangkan Hermawan Ariady.

Penulis: Dede Suhendar | Editor: nurhayati
Posbelitung.co/Dede Suhendar
Hermawan Ariady (kanan) didampingi kuasa hukumnya Wahyu menunjukkan salinan putusan PN Tanjungpandan pada Kamis (15/9/2022). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpandan akhirnya mengabulkan sebagian gugatan yang dilayangkan Hermawan Ariady  terhadap Belitung Indah'>PT Surga  Belitung Indah (SBI) tergugat satu, Anterisno tergugat dua, Suliady tergugat tiga dan turut tergugat Dr Fransiscus Xaverius Arsin SH Notaris dan PPAT, tertanggal 1 Agustus 2022 lalu.

Satu dari delapan poin putusan tersebut, Hermawan Ariady  dinyatakan sebagai Direktur dan pemegang 100 lembar saham dalam Belitung Indah'>PT Surga  Belitung Indah yang memiliki aset berupa tiga SPBU dan satu SPBN.

Diantaranya SPBU 126 di Jalan Gatot Subroto, Belitung, SPBU 147 di Jalan Pilang, Belitung, SPBU di Jalan Kampak, Pangkalpinang dan SPBN di Jalan Copacobana, Belitung Timur.

Baca juga: Harga Ayam di Beltim Tembus 48 Ribu Rupiah Per Kg, Penjual Ungkap Penyebabnya

Baca juga: Harga Cabai Rawit di Beltim 10 Persen Lebih Mahal Dibanding di Tanjungpandan

Berdasarkan putusan tersebut, Hermawan Ariady  yang akrab disapa Iwan, meminta Pertamina untuk menahan sementara operasional tiga SPBU dan SPBN milik Belitung Indah'>PT Surga  Belitung Indah.

"Selama ini masih berproses, mau sampai kasasi silahkan tapi aset ini harus di hold. Karena perusahaan ini sedang bermasalah yang belum jelas siapa pemiliknya dan bagaimana keputusan nantinya," ujarnya saat ditemui Posbelitung.co didampingi kuasa hukumya Wahyu Pamungkas Nugraha pada Kamis (15/9/2022).

Permintaan Iwan bukan tanpa dasar, sebab aturan tersebut sesuai perjanjian kerjasama pengusahaan SPBU antara PT Pertamina (persero) dengan Belitung Indah'>PT Surga  Belitung Indah nomor 94 Pasal 4 yang menyebutkan apabila pihak kedua terlibat suatu perselisihan dengan pihak lain atau terjadi perselisihan di internal pihak kedua sendiri baik melibatkan lembaga, peradilan, maupun tidak, yang mengganggu operasional atau pengelolaan SPBU oleh pihak kedua, maka pihak pertama berhak menghentikan sementara atau mengambil alih operasional SPBU sampai dengan perselisihan tersebut berakhir atau sampai diperolehnya keputusan hukum tetap.

Selain itu, lanjutnya, jika selama proses hukum berjalan terjadi suatu kejadian misalnya kecelakaan kerja seperti kebakaran dan lainnya siapa pihak yang akan disalahkan.

Terlebih, SPBU milik Belitung Indah'>PT Surga  Belitung Indah menyalurkan BBM jenis bio solar subsidi.

Seandainya terjadi dugaan penyelewengan, siapa pihak yang bertanggungjawab.

"Kami sebagai penggugat memang merasa itu milik kami tapi kami tetap menghormati proses banding ataupun sampai kasasi. Sampai nanti putusan akhirnya bagaimana," kata Iwan.

Halaman
12
Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved