Berita Belitung

Polemik PT Surga Belitung Indah, Kuasa Hukum Para Tergugat Ajukan Banding

PT SBI yang dituangkan dalam memori banding kepada Pengadilan Tinggi Bangka Belitung melalui Pengadilan Negeri Tanjungpandan pada tanggal 23 Agustus.

Penulis: Dede Suhendar | Editor: nurhayati
Dok/Adetius
Adetia Sulius Putra kuasa hukum para tergugat polemik PT Surga Belitung Indah. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Adetia Sulius Putra dari Kantor Hukum Sulius Putra & Partners selaku kuasa hukum para tergugat dalam perkara nomor 24/Pdt.G/2021/PN Tdn terkait sengketa Belitung Indah'>PT Surga  Belitung Indah (SBI) secara resmi telah menyampaikan upaya banding.

Ia mengatakan, terdapat beberapa pokok materi banding PT SBI yang dituangkan dalam memori banding kepada Pengadilan Tinggi Bangka Belitung melalui Pengadilan Negeri Tanjungpandan pada tanggal 23 Agustus 2022 lalu.

"Kami masih lakukan upaya hukum tingkatannya banding di Pengadilan Tinggi Babel. Semua keberatan terhadap putusan sudah kami sampaikan dalam memori banding," kata Adetia saat dihubungi Posbelitung.co pada Jumat (16/9/2022).

Berikut beberapa poin dalam memori banding yang diajukan Adetia selaku kuasa hukum para tergugat.

1. Terbanding dahulu penggugat tidak pernah membuktikan dirinya telah melakukan Persekutuan Modal dalam Pembanding I melalui bukti setor yang sah, sebagaimana diatur berdasarkan ketentuan Pasal 33 Ayat (1) dan Ayat (2) UU RI Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

Kemudian dipertegas oleh ketentuan PP No 29 Tahun 2016 Tentang Perubahan Modal Dasar perseroan Terbatas (PP Modal Dasar), yang mana Perseroan Terbatas, yang selanjutnya disebut perseroan, menurut ketentuan Pasal 1 Ayat 1 UU RI Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas adalah badan hukum yang merupakan persekutuan modal, didirikan berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam undang-undang ini serta peraturan pelaksanaannya, sehingga perihal Persekutuan Modal tersebut wajib dilakukan Terbanding dan dibuktikannya dengan bukti setor yang sah.

2. Karena tidak pernah melakukan persekutuan modal, Terbanding dahulu Penggugat di dalam persidangan tidak dapat membuktikan dirinya memiliki Surat Saham atau setidaknya surat keterangan pemilikan saham yang dikeluarkan oleh PT SBI (Pembanding I) atas nama Terbanding dahulu Penggugat.

Menurut ketentuan sebagaimana diatur oleh Pasal 48 Ayat 1 juncto Pasal 51 UU RI Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas juncto Pasal 9 Akta nomor 79 tanggal 22 agustus 2006 tentang Pendirian Pembanding berikut sebagai AD dan ART Pembanding I (PT SBI), disebutkan, surat keterangan pemilikan saham tersebut adalah instrument bukti sah atas kepemilikan setiap saham dalam PT SBI

3.Karena tidak pernah melakukan persekutuan modal dan tidak pula memiliki surat saham atau surat keterangan saham yang dikeluarkan oleh PT SBI (Pembanding I) atas nama Terbanding dahulu Penggugat, maka nama Terbanding dahulu Penggugat tidak pernah tercatat pada Daftar Pemegang Saham dalam PT SBI, sebagaimana diatur oleh Pasal 50 UU RI No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas, untuk membuktikan perihal keabsahan kepemilikan saham tersebut, Terbanding dahulu Penggugat wajib menunjukan bukti dimaksud;

4. Sebagai benda bergerak yang berwujud, peralihan saham dibuktikan dengan Akta Jual Beli.
Maka bilamana dalam hal ini Terbanding dahulu Penggugat, mengakui perolehan saham tersebut karena jual beli saham dalam Perseroan, sebagai syarat sah, Terbanding dahulu Penggugat wajib menunjukan Akta Jual Beli dimaksud, yang mana kemudian akta pemindahan hak atau salinannya tersebut harus disampaikan secara tertulis kepada PT SBI sebagaimana diatur oleh ketentuan Pasal 56 Ayat (1) dan Ayat (2) UU RI Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas;

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved