Berita Belitung

Polemik PT Surga Belitung Indah, Kuasa Hukum Para Tergugat Ajukan Banding

PT SBI yang dituangkan dalam memori banding kepada Pengadilan Tinggi Bangka Belitung melalui Pengadilan Negeri Tanjungpandan pada tanggal 23 Agustus.

Penulis: Dede Suhendar | Editor: nurhayati
Dok/Adetius
Adetia Sulius Putra kuasa hukum para tergugat polemik PT Surga Belitung Indah. 

9. Menolak gugatan Penggugat selain dan selebihnya.

Polemik PT SBI

Diberitakan sebelumnya, Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpandan akhirnya mengabulkan sebagian gugatan yang dilayangkan Hermawan Ariady  terhadap PT Surga Belitung Indah (SBI) tergugat satu, Anterisno tergugat dua, Suliady tergugat tiga dan turut tergugat Dr Fransiscus Xaverius Arsin SH Notaris dan PPAT, tertanggal 1 Agustus 2022 lalu.

Satu dari delapan poin putusan tersebut, Hermawan Ariady  dinyatakan sebagai direktur dan pemegang 100 lembar saham dalam PT Surga Belitung Indah yang memiliki aset berupa tiga SPBU dan satu SPBN.

Diantaranya SPBU 126 di Jalan Gatot Subroto, Belitung, SPBU 147 di Jalan Pilang, Belitung, SPBU di Jalan Kampak, Pangkalpinang dan SPBN di Jalan Copacobana, Belitung Timur.

Berdasarkan putusan tersebut, Hermawan Ariady  yang akrab disapa Iwan, meminta Pertamina untuk menahan sementara operasional tiga SPBU dan SPBN milik PT Surga Belitung Indah.

"Selama ini masih berproses, mau sampai kasasi silahkan tapi aset ini harus di hold. Karena perusahaan ini sedang bermasalah yang belum jelas siapa pemiliknya dan bagaimana keputusan nantinya," ujarnya saat ditemui Posbelitung.co didampingi kuasa hukumya Wahyu Pamungkas Nugraha pada Kamis (15/9/2022).

Permintaan Iwan bukan tanpa dasar, sebab aturan tersebut sesuai perjanjian kerjasama pengusahaan SPBU antara PT Pertamina (persero) dengan PT Surga Belitung Indah nomor 94 Pasal 4 yang menyebutkan apabila pihak kedua terlibat suatu perselisihan dengan pihak lain atau terjadi perselisihan di internal pihak kedua sendiri baik melibatkan lembaga, peradilan, maupun tidak, yang mengganggu operasional atau pengelolaan SPBU oleh pihak kedua, maka pihak pertama berhak menghentikan sementara atau mengambil alih operasional SPBU sampai dengan perselisihan tersebut berakhir atau sampai diperolehnya keputusan hukum tetap.

Selain itu, lanjutnya, jika selama proses hukum berjalan terjadi suatu kejadian misalnya kecelakaan kerja seperti kebakaran dan lainnya siapa pihak yang akan disalahkan.

Terlebih, SPBU milik PT Surga Belitung Indah menyalurkan BBM jenis bio solar subsidi.

Seandainya terjadi dugaan penyelewengan, siapa pihak yang bertanggungjawab.

"Kami sebagai penggugat memang merasa itu milik kami tapi kami tetap menghormati proses banding ataupun sampai kasasi. Sampai nanti putusan akhirnya bagaimana," kata Iwan.

Ia mengatakan, alasan dirinya melayangkan gugatan perdata untuk memperjuangkan haknya sebagai pendiri, pengurus perizinan, pemegang 100 lembar saham sekaligus direktur di PT Surga Belitung Indah.

Menurutnya perusahaan tidak membayarkan gajinya sebagai direktur dan fee atas 100 lembar saham yang dimilikinya.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved