Berita Kriminal

Polisi Tangkap 67 Orang Penambang Ilegal, Kades Sukamandi: Sudah Sepatutnya Ditangkap

Tim Gabungan Polres Belitung Timur (Beltim) menangkap 67 orang penambang pasir timah ilegal di Kawasan Hutan Lindung Pantai (HLP) Desa Sukamandi

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Fery Laskari
istimewa
Puluhan penambang saat berada di Polres Belitung Timur seusai ditangkap bersama barang buktinya. (Ist/Polres Beltim) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Tim Gabungan Polres Belitung Timur (Beltim) menangkap 67 orang penambang pasir timah ilegal di Kawasan Hutan Lindung Pantai (HLP) Desa Sukamandi, Damar Beltim, Kamis (15/9/2022). Polisi juga menyita 22 set alat tambang (TI) robin suntik, yang kemudian diamankan di kantor polisi.

Menyikapi hal tersebut, Pjs Kepala Desa Sukamandi, Mardiansyah, Jumat (16/9/2022) mengatakan, sudah sepatutnya penambang ilegal ini ditangkap karena melakukan aktivitas tambang ilegal di kawasan terlarang.

"Namanya hutan lindung ya dilindungi, bukan dirusak. Kami dari pihak desa juga sudah sering mengimbau bahkan mengambil tindakan tegas atas aktivitas ilegal tersebut," kata pria yang akrab disapa Rian Payak kepada Posbelitung.co, siang tadi.

Rian memastikan, 67 penambang yang ditangkap polisi ini bukan lah warganya. Semua penambang yang ditangkap itu merupakan pendatang yang hanya berdomisili di desa setempat.

Menurutnya dalam menjaga kelestarian hutan terutama hutan bakau perlu ada evaluasi pelaksanaan kegiatan perlindungan dan pengamanan hutan oleh instansi terkait. Hal itu untuk menjaga kawasan hutan lindung dari berbagai macam ancaman dan gangguan yang berpotensi mengakibatkan kerusakan.

Dia menjelaskan HLP adalah kawasan pelestarian mangrove sebagau cagar alam yang berfungsi melindungi sistem penyangga baik jenis tumbuhan dan satwa di sekitarnya. Karena itu hutan itu harus dimanfaatkan secara lestari sumberdaya alam dan ekosistemnya.

"Diperlukan upaya penertiban yang bersifat preemtif, preventif, represif dan penegakan yustisi," tambahnya sembari berharap agar penangkapan ini terus dilakukan jika memang penambang beroperaso lagi di lokasi yang sama. ( Posbelitung.co/Bryan Bimantoro)

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved