Berita Pangkalpinang

BPS Akan Lakukan Regosek Tahun 2022, Pemkot Pangkalpinang Siap Mendukung

Tantangan yang dihadapi semakin berat, teristimewa dalam rangka mewujudkan satu data perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Tedja Pramana
Ist/Prokopim Iwan
Suasana rapat pendataan awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regosek) tahun 2022 yang akan dilakukan oleh BPS di Swiss-Belhotel Pangkalpinang, Selasa (20/9/2022). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Radmida Dawam mengatakan, Pemkot Pangkalpinang siap mendukung kegiatan Registrasi Sosial Ekonomi (Regosek) tahun 2022 yang bakal digelar pada 13 Oktober hingga 14 November 2022.

Pendataan awal Regosek tahun 2022 akan dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) setempat.

Pendataan merupakan salah satu instrumen penting untuk melakukan intervensi terhadap setiap kebijakan yang akan diambil oleh pemerintah untuk penyaluran bantuan dan sebagainya.

"Ini seperti yang disampaikan Presiden dalam pidatonya di sidang MPR-DPR RI, 16 Agustus 2022. Reformasi program perlindungan sosial diarahkan pada perbaikan basis data penerima melalui pembangunan data regsosek serta percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem," kata dia usai membuka rapat koordinasi di Swiss-BelHotel Pangkalpinang, Selasa (20/9/2022).

Radmida mengungkapkan, dalam mencatat untuk membangun negeri satu data program perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat, pendataan ini sangat penting dilakukan.

Sebagai prasyarat utama reformasi sistem perlindungan sosial, transformasi data melalui registrasi sosial ekonomi merupakan upaya perubahan penyediaan data sosial ekonomi yang terintegrasi dan akurat.

Pendataan awal regsosek akan menghasilkan data terpadu tidak hanya untuk program perlindungan sosial tetapi juga data kondisi sosial ekonomi keluarga yang dibutuhkan untuk perencanaan pembangunan yang lebih terarah.

Hal tersebut tercermin dari variabel yang dikumpulkan yaitu kependudukan dan ketenagakerjaan, perlindungan sosial, perumahan, pendidikan, kesehatan dan disabilitas, serta pemberdayaan ekonomi.

"Oleh karena itu, semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini harus memiliki semangat dan komitmen yang tinggi untuk menyukseskannya. Tentunya, Rakor ini merupakan bagian dari upaya menyediakan satu data untuk program perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat yang terpadu," jelas Radmida.

Dia tak menampik, tantangan yang dihadapi semakin berat, teristimewa dalam rangka mewujudkan satu data perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Halaman
12
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved