Kabar Selebritis

Anak Alvin Faiz Akan Punya Ayah Baru, Larissa Chou Dikabarkan Bakal Dinikahi Pembalap Tampan

Hanny Kristianto menyebut jika Yusuf, anak Alvin Faiz dan Larissa Chou sebentar lagi akan mempunyai ayah baru.

instagram
Larissa chou dikabarkan akan segera disunting pembalap tampan 

POSBELITUNG.CO -- Mantan istri Alvin Faiz, Larissa Chou dikabarkan segera dilamar oleh pria mapan.

Sosok laki-laki yang diduga bakal menikahi Larissa Chou adalah pembalap tampan Rio Haryanto, kabar tersebut diungkap oleh Hanny Kristianto, sahabat Ustaz Arifin Ilham.

Hanny Kristianto menyebut jika Yusuf, anak Alvin Faiz dan Larissa Chou sebentar lagi akan mempunyai ayah baru.

Dalam pernyataannya, Hanny Kristianto menyebut sosok laki-laki ini bisa membawa keluarga kecil Larissa Chou bahagia.

"Insya Allah sebentar lagi Yusuf akan punya papa baru. Orang lain tidak perlu tahu sosok-sosok calon ayah Yusuf yang baru ini, Insya ALlah bisa membawa Jannah yang menjaga keluarganya dari api neraka," kata Hanny Kristianto dikutip dalam kanal YouTube Indosiar.

Kabar Larissa Chou tersebut tentunya membuat banyak orang kaget karena terkesan begitu tiba-tiba.

Meskipun begitu Larissa Chou masih belum membuka statement soal isu pernikahan tersebut.

"Menjadi wanita kuat itu ternyata sebuah pilihan yang aku harus jalani sekarang, kalau aku pribadi enjoy sendiri ya, tapi nanti kalau sudah siap membuka hari ya pasti ada saatnya aku membuka hati," tutur Larissa Chou.

Larissa Chao
Larissa Chou (Instagram)

Netizen menyambut gembira kabar ini.

"MasyaAllah cocok banget semoga nggak hanya gosip," ujar agustinan249.

"Bismillah semoga amanah," ujar aidarosn.

"Muslim, di mobil balapnya ada ditempelin ayat kursi," ujar revelarocha.

"Alhamdulillah kenapa ya bahagia banget dengernya," lesthary1810.

Nama pebalap Rio Haryanto sudah dikenal publik tanah air hingga mancanegara.

Sebuah laman Facebook komunitas Malaysia sempat memujinya dan mengupload sebuah foto, yakni

sebuah kertas bertuliskan ayat Al-Quran, yang menurut pengunggahnya, ditempel di kokpit mobil balap Rio Haryanto.

Kertas berisi penggalan surat Al-Baqarah ayat 255 (ayat kursi)  itu, ditempel oleh Rio di sisi kanan kokpit, di sisi kemudinya.

"Rio Haryanto, 22 pelumba hebat Grand Prix 3 (GP3) dari Indonesia menampal surah Al - Baqarah ayat 255 dikereta lumbanya. Beliau akan membaca dan berdoa setiap kali perlumbaan bermula," demikian tulisan yang menerangkan foto itu.

Profil Rio Haryanto

Pebalap Manor Racing asal Indonesia, Rio Haryanto, memasang alat komunikasi sebelum turun pada sesi latihan ketiga GP Hongaria di Hungaroring, Sabtu (23/7/2016).
Pebalap Manor Racing asal Indonesia, Rio Haryanto, memasang alat komunikasi sebelum turun pada sesi latihan ketiga GP Hongaria di Hungaroring, Sabtu (23/7/2016). (MANOR GRAND PRIX RACING LTD)

Mengutip https://www.infobiografi.com, Rio Haryanto merupakan pembalap Indonesia yang membalap di ajang formula satu (F1) bersama tim Manor Racing.

Rio merupakan pembalap pertama asal Indonesia yang bisa membalap Seri GP2, sebagai pembalap pertama, Rio memiliki basis pendukung yang sangat besar.

Ia juga disebut sebagai pembalap muda yang memiliki potensi menjadi wakil Asia di ajang F1 pada masa depan. Untuk mengetahui lebih lengkap tentang biografi dari Rio Haryanto, simak ulasan berikut ini.

Biografi Singkat

Nama : Rio Haryanto
Lahir : Solo, 22 Januari 1993
Kebangsaan : Indonesia
Agama : Islam
Orangtua :

Ayah : Sinyo Haryanto
Ibu : Indah Pennywati
Saudara : Roy Haryanto, Rizky Haryanto, Ryan Haryanto

Prestasi Rio Haryanto

2002 – Juara nasional Go-kart kelas kadet
2005 – Penghargaan IMI sebagai Atlet Gokart Junior Terbaik
2008 – Juara Nasional Go-kart
2008 – Formula Asia 2.0: ke-3, 121 poin
2008 – Formula Renault Asia: ke-6, 160 poin
2009 – Juara Formula BMW Pacific 2009
2010 – GP3 Series: ke-5, 27 poin
2010 – F1 Test, Virgin VR-01
2015 – GP2 Series: ke-5,132 poin

Biografi Lengkap Rio Haryanto

Rio Haryanto merupakan anak bungsu dari 4 bersaudara. Ayahnya yaitu Sinyo Haryanto merupakan mantan pembalap nasional.

Ibarat pepatah yang mengatakan “buah jatuh tak jauh dari pohonnya”, Rio sejak kecil sangat menyukai tantangan seperti Ayahnya. Saat usianya sekitar 6 tahun, Rio mulai mengemudi gokart dan mulai mengikuti balapan pada tahun 1999. Dan ia berhasil menjuarainya sebgai juara nasional kelas kadet pada tahun 1999.

Awal Karir

Selama 7 tahuan Rio Haryanto berkiprah di dunia Gokart dan berbagai prestasi ia raih dalam karir balap gokart, seperti penghargaan atlet junior terbaik pada tahun 2005 dan tahun 2006 oleh Ikatan Motor Indonesia.

Pada tahun 2008, Rio Haryanto memulai karir profesionalnya sebagai pembalap mobil. Rio mengikuti tiga ajang, yaitu Asian Formula Challenge, Formula Asia 2.0 dan BMW Pasific di benua Asia. Dalam ajang tersebut, ia berhasil menjadi juara pertama dalan ajang Asian Karting Open Championship seri 1 sirkuit Guia, di Makau.

Pada tahun 2009, Rio kembali mengikuti kompetisi balap di banyak seri seperti Australian Drivers Championship, Asian Formula Renault Challenge dan BMW PAsific. Pada ajang BMW Pasifik, ia bergabung dalam team Meritus asal Malaysia dan Rio berhasil memenangkan 11 seri dari 15 seri secara keseluruhan.

Taget utama Rio Haryanto mengikuti balap mobil yaitu dapat bisa masuk dalam ajang Formula 1 Dunia. Karena itu, ia berusaha berjuang untuk meraih cita-citanya.

Karir di GP3 Europe Series

Pada tahun 2010, berkat dukungan dari beberapa sponsor, ia kemudian berhasil mengikuti ajang GP3 Europe Series, dan ia berhasil menjadi juara dalam seri balapan yang diadakan di Turki, kemudian ia berhasil meraih 1st Runenr Up di seri Silverstone dan 2nd Runner Up di Italy. Rio juga keluar sebagai The Best Driver Manor Racing.

Berkat kemenangan yang di Raih oleh Rio Haryanto di GP3, lagu Indonesia Raya berkumandang pertama kali di ajang balapan di benua Eropa.

Karir di GP2 Series

Berkat prestasi yang diraihnya dalam GP3, Rio hartyanto kemudian ikut dalam kejuaraan GP Formula pada tahun 2012. Ia bergabung dalam team Carlin GP2 Team. Ditahun itu juga ia pertama kali mencoba mobil balap formula 1 miliki team Marussia F1 dalam sebuah uji coba di sirkuit Silverstone, Inggris.

Hal tersebut juga yang membuat Rio berhasil memenuhi syarat untuk mendapatkan FIA Superlicense, yitu sebuah lisensi yang wajib dimiliki oleh pembalap yang ingin berkiprah di ajang F1, dan lagi-lagi ia menjadi orang asal Indonesia pertam ayang berhasil mendapatkannya.

Pada tahun 2013, Rio kemudian bergabung dengan Team GP2 Addax Team, namun dalam team ini, Rio mencatat hasil yang kurang bagus, hanya sedikit poin yang ia dapatkan dalam 4 seri balapan. Meskipun dalam team tersebut, ia sempat meraih podium pertama di sirkuit Silverstone, Inggris.

Karena performa mobil dan mekanik yang buruk, ia kemudian memutuskan untuk pindah dari team tersebut. Pada tahun 2014 ia pindah ke Team Caterham dan berpasangan dengan pembalap Alexander Rossi dari Amerika Serikat.

Kemudian pada tahun 2015,Rio Haryanto memilih untuk bergabung dengan team Compos Racing. Ia berhasil menjadi runner Up di seri GP Formula 1 yang di adakan di Bahrain. Ia juga berhasil keluar sebagai juara 2 dalam balapan yang diadakan di Austria. Dan hasil akhir ia menjadi juara 4 dalam GP 2. Prestasi yang diraihnya dijadikan sebagai kesempatan untuk masuk ke dalam ajang Formula 1, sembari mencari sponsor untuk mendukung Rio Haryanto dalam balapan Formula 1.

Karir di Formula 1

Memasuki tahun 2016, Rio Haryanto berhasil masuk dalam ajang jet darat paling bergengsi di dunia yaitu Formula 1 dengan bergabung dalam Team Manor Racing F1 setelah memenuhi syarat dengan memiliki superlicensi F1 dan memiliki dana sponsoe sebesar 15 juta Euro yang berhasil ia dapatkan dari berbagai sponsor yang mendukungnya.

Hal itu, membuat Rio Haryanto menjadi pembalap Indonesia pertama yang berhasil masuk dalam kejuaraan Formula 1 Dunia. Dalam Team Manor Racing, Rio berpasangan dengan pembalap Pascal Wehlein asal Jerman. Rio Haryanto kini tinggal di Singapura sembari kuliah di FTMS Global Singapore di jurusan Bisnis Management.

Cukup besar perjalanan karir Rio Haryanto dalam meniti gemilang prestasi yang di raihnya dalam dunia balap di ajang F1 internasional tentu saja dapat menjadi sebuah motivasi bagi kita untuk selalu berjuang meraih cita-cita tanpa pantang menyerah.

(Posbelitung.co/khamelia)

Sumber: Pos Belitung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved