Berita Belitung

Jembatan Jalan Murai II Hampir Putus, Hanya Bisa Dilewati Kendaraan Roda Dua

Hingga sekarang jalan aspal ini hanya bisa digunakan atau dilewati sepeda motor, walau dengan risiko terperosok ke sungai.

Penulis: Disa Aryandi | Editor: Tedja Pramana
Posbelitung.co/Disa Aryandi
Pengendara sepeda motor melintas di jembatan ruas Jalan Murai II, Desa Air Merbau, Tanjungpandan, Belitung yang hampir putus karena rusak berat, Rabu (21/9/2022). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Jembatan Jalan Murai II Desa Air Merbau, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung rusak parah. Jembatan yang dibangun sejak tahun 2013 itu hampir putus.

Bagian tanah timbun yang ada di bawah aspal longsor, sehingga mengakibatkan aspal jalan penghubung antara Desa Air Raya dan Kecamatan Sijuk itu rusak.

Terdapat dua bagian jalan yang amblas yaitu sisi depan dan belakang. Untuk sisi yang mengarah ke Jalan Bicong sebagian sudah ditimbun dengan pasir dan batu kerikil.

Sedangkan pada sisi Jalan Murai belum diperbaiki. Sisi ini kerusakan sangat parah dan baru saja amblas alias longsor. Lobang yang terbentuk dari longsoran itu lumayan lebar.

Hingga sekarang jalan aspal ini hanya bisa digunakan atau dilewati sepeda motor, walau dengan risiko terperosok ke sungai. Sedangkan untuk kendaraan roda empat tidak bisa melewati jalur ini.

Tidak jauh dari jembatan rusak tersebut, sekarang ini sudah banyak terpasang kayu yang berserakan. Kayu-kayu tersebut sengaja dipasang oleh warga, sebagai penghalang, agar tidak ada kendaraan yang melintas pada jalur ini.

Apalagi, akses jalan ini merupakan jalur singkat, biasa digunakan wisatawan apabila baru datang dari Bandara H AS Hanandjoeddin Tanjungpandan dan ingin langsung menuju tempat wisata yang ada di Kecamatan Sijuk.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Belitung, Edi Usdianto mengatakan, untuk jalan tersebut akan segera diperbaiki dan sudah masuk perencanaan pada tahun ini.

"Jadi secepat nya tahun ini akan kami perbaiki. Mudah-mudahan cuaca mendukung untuk proses perbaikan," kata Edi Usdianto kepada Posbelitung.co, Rabu (21/9/2022).

Kondisi perbaikan jalan ataupun jembatan itu terbilang memiliki kendala, selain setiap hari kondisi cuaca di Belitung hujan, air sungai yang mengalami dibawah jembatan tersebut masih tinggi dan memiliki arus deras.

"Disitu sudah ada pasir dan batu batu, nah itu untuk penimbunan. Termasuk nanti akan ditimbun terlebih dahulu dengan bahan - bahan yang bisa menahan rembesan air. Nah setelah itu nanti baru menggunakan aggregat dan selanjutnya akan di aspal," bebernya.

(Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved