Pos Belitung Hari Ini

Pekerja Mengeluh Gaji Seadanya, Biaya Hidup Kian Melambung, Berharap Pemerintah Naikan UMP

Harga bahan bakar minyak (BBM) naik ikut  memicu kenaikan harga-harga barang. Kondisi ini membuat masyarakat tertekan.

Editor: nurhayati
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustrasi demontrasi buruh 

POSBELITUNG.CO -- Harga bahan bakar minyak (BBM) naik ikut  memicu kenaikan harga-harga barang. Kondisi ini membuat masyarakat tertekan.

Terutama para pekerja yang masih bertahan dengan penghasilan yang tetap sama.

Mereka yang mendapat penghasilan dibawah upah minimum provinsi ( UMP), harus pintar-pintar mengatur keuangan di tengah lonjakan harga-harga kebutuhan di pasaran.

Nimas (21) seorang penjaga roti kukus di Alun-alun Taman Merdeka, Kota Pangkalpinang misalnya.

Wanita kelahiran 2001 ini mengaku terpaksa memangkas biaya pengeluaran semaksimal mungkin agar kebutuhan keluarga tetap tercukupi.

“Sangat berdampak pastinya karena tidak hanya bensin saja yang naik, tapi banyak yang lainnya,” ungkapnya, Selasa (20/9/2022).

Bekerja sebagai penjaga roti kukus, Nimas mendapatkan upah Rp50.000 per hari.

Jika dikalikan sebulan dan dikurangi empat hari libur, maka Nimas memperoleh upah sekitar Rp1,3 juta per
bulan.

Jumlah penghasilan ini tentu sangat jauh bahkan tak mencapai setengah jumlah UMP Bangka Belitung.

“Gaji ya seadanya saja bang yang penting cukup saja, bisa bekerja dan tidak menganggur,” ungkap warga Bukit Lama, Pangkalpinang ini.

Halaman
1234
Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved