Pengacara Lukas Enembe Benarkan Gubernur Papua Main Kasino di Singapura: Hilangkan Penat

Lukas Enembe telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Editor: Khamelia
Kontributor Tribunnews.com/B Ambarita
Gubernur Papua Lukas Enembe memberi peringatan kepada mahasiswa Papua terkait kerusuhan yang terjadi di Wamena dan Jayapura, Senin (23/9/2019). 

POSBELITUNG.CO -- Lukas Enembe telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) juga telah mengungkap temuan dugaan aliran dana Lukas Enembe.

PPATK menemukan adanya transaksi setoran tunai yang dilakukan Lukas Enembe di kasino judi senilai 55 juta dolar Singapura atau sekira Rp 560 miliar yang dilakukan dalam periode tertentu.

Selain itu, ditemukan setoran tunai di kasino judi tersebut dalam periode pendek senilai 5 juta dolar Singapura.

Menanggapi dugaan tersebut, kuasa hukum Lukas Enembe menyampaikan bantahan.

Dirangkum Tribunnews.com, berikut pengakuan terbaru dari kuasa hukum Lukas Enembe:

1. Bantah Habiskan Miliaran Rupiah

Aloysius Renwarin membenarkan kliennya bermain kasino di Singapura.

Namun, Lukas Enembe disebutnya bermain saat sedang berlibur.

"Pak Lukas itu kasino itu kan, dia pergi berlibur dan memang apa, main, tapi bukan jumlah sefantastis sekian miliar," ujarnya di Jakarta, Rabu (21/9/2022), dilansir Tribunnews.com.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved