Berita Pangkalpinang

Molen Tak Mau Jemawa Meski Pemkot Raih Opini WTP 5 Kali Berturut-Turut, Justru Memotivasi Kinerja

Molen menyampaikan, penghargaan yang diraih Kota Pangkalpinang merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi dari seluruh jajaran.

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Novita
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Radmida Dawam, mengikuti rapat secara virtual di Smart Room Center Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Kamis (22/9/2022). 

“Pelaksanaan administrasi semua pelaksanaan, penganggaran penggunaan keuangan kita sudah ikut aturan dan Alhamdulillah sudah baik. Sebelum tahun 2017 Pangkalpinang belum pernah mendapat WTP,” ucapnya.

Walaupun demikian, kata Sekda, ke depan, selain meraih opini WTP, akuntabilitas penyelenggaraan keuangan pemerintah daerah yang baik juga dapat terwujud. Pihaknya juga mengapresiasi dan berterima kasih kepada seluruh perangkat daerah serta seluruh stakeholder, yang telah mendukung tercapainya WTP.

Karena dengan daerah yang mendapatkan WTP lima kali berturut-turut biasanya mendapatkan kucuran dana dari pemerintah pusat. Yakni dana insentif daerah atau (DID) yang dapat mendukung anggaran untuk pembangunan di Pangkalpinang.

“Alhamdulillah Pak Wali Kota memang memiliki perhatian untuk hal ini. Ini adalah kerja dan kemenangan bersama. Kita terus optimis mendapat WTP lebih berkualitas, ini untuk meningkatkan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pengelolaan keuangan daerah,” imbuh Radmida.

Ada Peningkatan Daerah Raih Opini WTP

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mencatat, tahun ini semakin banyak kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah yang mendapatkan opini WTP atas laporan keuangannya. Untuk pemerintah daerah mencapai 92,25 persen, naik dari tahun lalu 89,7 persen atau ada 500 pemerintah daerah yang mendapatkan WTP.

Sedangkan untuk yang pusat, ada 83 dari 87 kementerian dan lembaga yang mendapatkan WTP. Dia mengatakan, hal itu bukanlah suatu pencapaian yang biasa, karena setelah dua tahun dihadapkan pandemi Covid-19, akhirnya kembali bertemu

“Alhamdulillah hari ini saja kita bertemu di dalam ruangan ini, menandakan pembeda dari dua tahun berturut-turut kita dihadapkan pandemi,” ujar dia dalam acara Rakernas Akuntansi Pelaporan Keuangan Tahun 2022, di Gedung Dhanapala, Kemenkeu, Jakarta Pusat, Kamis (22/9/2022).

Sri Mulyani menjelaskan, jika melihat perjalanan Indonesia di dalam membangun tata kelola keuangan negara dan daerah secara akuntabel, transparan, bertanggung jawab dan tentu berharap tidak hanya sekadar dari sisi status hasil audit BPK-nya WTP.

Namun, yang sama penting bagaimana APBN dan APBD bisa bermanfaat bagi instrumen keuangan negara di pusat dan daerah dalam memecahkan masalah yang dihadapi bangsa.

Selain itu, juga tetap menjaga akuntabilitas penggunaan keuangan negara baik di APBN maupun APBD.

“Saya ingin menyampaikan terima kasih, karena dalam suasana yang sangat tidak biasa, tapi tetap mengedepankan aspek akuntabilitas, penggunaan keuangan negara secara bertanggung jawab, meskipun tantangannya sangat luar biasa,” kata dia.

Dalam dua tahun terakhir, pemerintah memiliki program khusus untuk penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi banyak sekali keuangan negara, baik APBN maupun APBD menjadi andalan utama untuk mengatasi persoalan tersebut.

Di bidang kesehatan, imbuhnya, item atau pengeluaran-pengeluarannya sangat beragam.

Halaman
123
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved