Berita Belitung

Atasi Pencemaran Sungai, Desa Buding dan Mekar Jaya Kembangkan Budidaya Kepiting Bakau

Program budidaya kepiting bakau merupakan solusi yang efektif dan efisien dalam mengurangi pencemaran di Sungai Desa Buding dan Mekar Jaya

Penulis: vine febriani | Editor: nurhayati
youtube
Kepiting Bakau Belitung 

POSBELITUNG.CO,BELITUNG -- Program budidaya kepiting bakau merupakan solusi yang efektif dan efisien dalam mengurangi pencemaran di Sungai Desa Buding dan Mekar Jaya, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Mengingat maraknya penambang timah di daerah hilir sungai membuat rusaknya ekosistem sungai.

Hal ini membuat keresahan bagi masyarakat dalam mencari atau menangkap ikan, udang, kepiting serta hewan sungai lainnya.

Baca juga: Diduga Lem Blong, Truk Tabrakan Dua Mobil dan Dua Motor di Simpang Lampu Merah Membalong Belitung

Baca juga: Kabupaten Belitung Dapat 165 Formasi PPPK, Jadwal Seleksi Tunggu dari Kemenpan

Dengan adanya budidaya kepiting ini dapat membuka lapangan pekerjaan dan skill baru  sehingga masyarakat diharapkan tidak hanya bergantung dari hasil tambang saja yang sewaktu-waktu akan habis.

Kepala Desa Buding, Mardini mengatakan budaya kepiting ini memang sebuah solusi yang bagus, bahkan tak hanya kepiting saja, begitu juga dengan udang dan jenis kerang sungai lainnya.

"Mengurangi pencemaran sungai dengan adanya solusi merupakan cita-cita saya, biar masyarakat tidak hanya menambang saja, kalau pun menambang, sudah ada tempatnya tersendiri kami siapkan," kata Martini kepada Posbelitung.co, Senin (26/9/2022).

Walaupun membutuhkan proses dan waktu yang panjang, usaha ini akan terus diusahakan oleh Mardini agar bisa diimplementasikan dan direalisasikan bersama komunitas pecinta lingkungan dan kelompok sadar wisata dan karang taruna di Desanya.

Apalagi potensi Sumber Daya Manusia di Desa Buding mampu ditambah Sumber Daya Alamnya sangat mendukung, hanya saja penentunya adaah konsistensi.

Tidak hanya Desa Buding saja, Desa Mekar Jaya sangat antusias dan sangat mendukung upaya ini di desanya.

Kepala Desa Mekar Jaya, Syamsudin mengatakan sosialisasi ini sangat dibutuhkan, karena memang 30 persen dari wilayah Desanya merupakan kawasan mangrove.

Baca juga: Residivis Berstatus PB Ini Kembali Terjerat Kasus Narkoba, Kirim Sabu Pakai Kardus Kerupuk

Baca juga: Terkait Status Bandara Internasional, Belitung Berpotensi Jadi Tuan Rumah Event Dunia

Dikarenakan akhir-akhir ini banyaknya aktivitas tambang di aliran sungai, membuat bibit-bibit keiting untuk dibudidayakan dikolam pembesaran dan penggemukan milik desanya sudah mulai berkurang.

"Setelah ini, Desa Mekar Jaya akan melakukan pembesaran kolam, sekaligus penggemukan terhadap kepiting mereka, tapi kepiting-kepiting dari masyarakat tetap jalan," jelasnya kepada posbelitung.co, Senin (26/9/2022).

Menurut Syamsudin, melalui program-program ketahanan pangan yang ada di desa, mereka akan melakukan dua opsi solusi yaitu insentif dan tradisional, dimana nantinya akan disosialisasikam kepada masyarakat desanya.

Dalam waktu dekat, para kadesyang ikut serta dalam program budidaya kepiting bakau ini akan saling berkordinasi untuk melakukan kunjungan ke industri kepiting milik Peter Nugraha/.

Di sana nanti  mereka belajarsehingga bisa diimplementasikan di desanya masing-masing.

( Posbelitung.co/Vine Febriani)

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved