Lukas Enembe Kalah Miliaran di Meja Judi Kasino, Alasan Sakit Dua Kali Dipanggil KPK Tak Juga Hadir

Gubernur Papua Lukas Enembe habiskan uang miliaran di judi kasino, tapi dua kali dipanggil KPK tak juga hadir karena alasan sakit

Penulis: Hendra CC | Editor: Hendra
HO
Gubernur Papua Lukas Enembe saat bermain judi di sebuah kasino di Singapura. 

"Yang akan saya lakukan di tahap ini setelah pemanggilan pertama tidak datang, kita panggil panggilan kedua yang akan dilayangkan mungkin besok, akan dilayangkan ke Papua dan untuk waktu datang di minggu berikutnya," terangnya.

5. Panggilan Kedua Tak Hadir

Gubernur Papua  Lukas Enembe dipastikan tidak bisa menghadiri panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) pada hari ini, Senin (26/9/2022).

Tim kuasa hukum menyebut  Lukas Enembe masih dalam keadaan sakit dan belum bisa datang ke Jakarta.

"Syarat orang memberi keterangan itu harus sehat. Kalau sakit gimana mau kasih keterangan," ucap kuasa hukum Enembe, Stefanus Roy Rening, dalam jumpa pers di Kantor Penghubung Pemerintah Provinsi Papua di Jakarta Selatan, Senin (26/9/2022). 

Roy mengatakan pada hari ini seharusnya Lukas berobat lagi ke Singapura, tapi tidak bisa karena ada pencegahan ke luar negeri dari Imigrasi berdasarkan permintaan KPK

"Oleh karena itu, kita cari solusi dokter  KPK dan dokter pribadi periksa bapak ( Lukas Enembe) baik-baik," lanjut Roy. 

Lukas Enembe yang merupakan Politikus Partai Demokrat ini telah dicegah bepergian ke luar negeri selama enam bulan terhitung sejak 7 September 2022 hingga 7 Maret 2023. 

Langkah itu dilakukan guna kelancaran proses penyidikan. 

Adapun KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Lukas sebagai tersangka pada hari ini. 

Ini merupakan panggilan kedua untuk Lukas setelah sebelumnya ia tidak hadir karena menderita sakit. 

Lembaga antirasuah baru-baru ini menyatakan bakal mengembangkan kasus dugaan suap dan gratifikasi yang diduga dilakukan Lukas ke arah tindak pidana pencucian uang (TPPU). 

Hal itu bisa dilakukan setelah  KPK nantinya menemukan bukti yang cukup bahwa uang diduga hasil suap dan gratifikasi telah disamarkan atau dibelanjakan. 

Dalam hal ini  KPK menindaklanjuti informasi mengenai transaksi perjudian di sebuah kasino oleh Lukas sebesar Rp560 miliar

(*)

(Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama/Tribun-Medan.com)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved