Berita Pangkalpinang

Minimalisir Kekerasan Terhadap Perempauan dan Anak, Wali Kota Pangkalpinang Berharap Zero Kasus

Pemkot Pangkalpinang berkomitmen dalam menangani kasus kekerasan terhadap anak maupun perempuan di Pangkalpinang.

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil 

POSBELITUNG.CO --  Pemkot Pangkalpinang berkomitmen dalam menangani kasus kekerasan terhadap anak maupun perempuan di Pangkalpinang.

Hal ini disampaikan Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil kepada Bangkapos.com, Senin (26/9/2022).

Menurutnya, selaku kepala daerah ia tengah berupaya semaksimal mungkin meminimalisir bahkan membuat ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini zero atau nihil kasus kekerasan terhadap anak maupun perempuan. Baik melalui fisik, psikis maupun seksual.

“Saya sebagai wali kota Pangkalpinang berupaya semaksimal mungkin bagaimana kekerasan terhadap anak dan perempuan zero bahkan kalau bisa tidak terjadi,” tegas Maulan.

Baca juga: Diduga Lem Blong, Truk Tabrakan Dua Mobil dan Dua Motor di Simpang Lampu Merah Membalong Belitung

Baca juga: Formasi PPPK Belitung sudah di Tangan Bupati, Ketahui Ini Besaran Gaji dan Tunjanganya Kalau Lulus

Molen sapaan akrab Maulan Aklil mengatakan, sejumlah upaya saat ini terus dilakukan Pemkot Pangkalpinang.

Mulai dari mensosialisasikan apa saja bentuk tindak kekerasan terhadap anak dan perempuan hingga membentuk satuan tugas (Satgas) Tindak Pidana Perdagangan Orang atau TPPO.

Pihaknya juga turut menggandeng sampai tingkatan terendah distruktur pemerintahan, mulai dari Camat, lurah hingga RT/RW setempat.

Hal ini agar penangan kasus kekerasan dapat dilakukan secara komprehensif, dengan memperhatikan berbagai hal yang menjadi akar permasalahannya.

“Kita lebih menjelaskan kepada masyarakat apa itu kekerasan perempuan dan anak itu apa sebenarnya,” jelas Molen.

Tidak hanya itu, ia juga mengajak para pemangku kepentingan ikut bersinergi mencegah kekerasan terhadap anak.

Di mana peran anak sangat penting, dengan demikian sudah seharusnya anak-anak dijauhkan dari kekerasan, dalam bentuk apapun.

Perlu upaya bersama dalam proses pencegahan dan penanganan untuk meminimalkan segala bentuk kekerasan tersebut.

Baca juga: Pemkot Pangkalpinang Terus Berupaya Tuntaskan Masalah Stunting, Molen : Kita Kejar Sampai Nol Kasus

Baca juga: Terkait Status Bandara Internasional, Belitung Berpotensi Jadi Tuan Rumah Event Dunia

Beragam upaya pencegahan dan penanganan telah dilakukan oleh berbagai pihak, antara lain dikeluarkannya peraturan perundang-undangan oleh pemerintah, lembaga pemerhati anak dan kelompok yang mempunyai kepedulian terhadap anak, namun sampai saat ini kasus kekerasan terhadap anak masih terus terjadi.

Ini diakui Molen lantaran kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan biasanya dilakukan secara terselubung.

Halaman
123
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved