Berita Belitung

Sopir Pelabuhan Gelar Aksi Mogok Kerja, Ini Penyebabnya

Sejumlah supir pelabuhan yang tergabung dalam Asosiasi Sopir Pelabuhan (Assapel) menggelar aksi mogok kerja, Senin (26/9/2022). 

Penulis: Dede Suhendar | Editor: Fery Laskari
posbelitung.co
Anggota Assapel berkumpul di bawah pohon sekitar area shelter ketika melakukan mogok kerja pada Senin (26/9/2022). (Posbelitung.co/Dede s) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Sejumlah supir pelabuhan yang tergabung dalam Asosiasi Sopir Pelabuhan (Assapel) menggelar aksi mogok kerja, Senin (26/9/2022). 

Puluhan supir truk hanya duduk-duduk sembari berbincang di area shelter hingga di bawah pohon di samping aliran Sungai Siburik. 

Aksi mogok dilakukan sebagai bentuk kekecewaan mereka atas permintaan kenaikan tarif angkutan yang belum dipenuhi Pemkab Belitung seminggu setelah rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD. 

"Jadi tidak terpenuhi tuntutan dari Assapel tentang tarif angkutan barang," ujar Ketua Assapel Suhar Iswandi saat ditemui Posbelitung.co, Senin (26/9/2022). 

Pria yang akrab disapa Boy itu menjelaskan sebelumnya Assapel sempat meminta audensi kepada DPRD Kabupaten Belitung membahas usulan kenaikan tarif angkutan. 

Akhirnya DPRD Kabupaten Belitung menggelar audensi mengundang pihak terkait mulai dari OPD hingga instansi kepelabuhanan pada tanggal 19 September 2022 lalu. 

Menurutnya dalam pembahasan tersebut disetujui usulan kenaikan tarif angkutan yang selama ini diatur dalam Keputusan Bupati Belitung Nomor 188.45/603/KEP/HUBKOMINFO/2014. 

"Tapi kami disini bukan masalah disetujui tapi menunggu keputusan yang pastinya itu kapan menaikkan tarif. Karena seminggu setelah RDP itu belum ada tindaklanjut," kata Boy. 

Ia menegaskan aksi mogok yang disepakati seluruh anggota Assapel akan berhenti ketika pemda memenuhi tuntutan mereka terkait kenaikan tarif angkutan. 

Menurutnya pada aksi mogok kerja pertama sampai pukul  13.00 WIB belum ada satupun instansi berwenang yang menemui mereka.  "Sampai sekarang saya bicara belum ada respon baik lewat telpon, wa atau medsos," katanya. 

Boy mengeluhkan semenjak pemerintah menaikkan harga BBM jenis bio solar subsidi, pendapatan supir pelabuhan kian menurun. 

Ditambah kenaikan harga sparepart maupun perlengkapan truk membuat mereka semakin terhimpit. 

Sementara tarif angkutan yang ditetapkan Pemkab Belitung semenjak 2014 tidak pernah ditinjau ulang. "Biasanya kami bisa ngasih buat belanja orang rumah Rp100-200 ribu sekarang berkurang Rp50 ribu. Sedangkan harga kebutuhan sembako juga naik," katanya. ( Posbelitung.co/Dede s)
 


Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved