Berita Pangkalpinang

Molen Serap Keluhan Warga Kelurahan Ketapang, Langsung Blusukan dan Panggil Kepala OPD

Molen menyebut, dalam menyikapi permasalahan itu harus santai dan sabar, mengingat karakter masyarakat berbeda-beda dengan segala permasalahannya.

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Novita
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil berfoto bersama warga di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Pangkalbalam, saat blusukan untuk mendengar aspirasi warga, Selasa (27/9/2022). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Blusukan sudah menjadi gaya kerja Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil, dan wakilnya, M Sopian, sejak dilantik menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang periode 2018-2023.

Tak heran, saat sejumlah warga di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Pangkalbalam, curhat menyampaikan sejumlah keluhan kepadanya pada Selasa (27/9/2022), Maulan Aklil langsung blusukan untuk memantau langsung di lapangan perihal keluhan masyarakat setempat.

Dia juga langsung memanggil semua kepala perangkat daerah untuk datang ke lokasi.

Adapun keluhan yang disampaikan masyarakat kepadanya mulai dari kelangkaan gas elpiji ukuran tiga kilogram, produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang tidak diterima toko ritel, pemasangan lampu penerangan jalan, pembuatan jalan baru, pembenahan lapangan sepakbola, hingga sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite bagi para nelayan.

"Ini gaya kerja kami sebetulnya. Di manapun saya berada, saya ingin langsung mendengarkan apa yang menjadi aspirasi dari masyarakat di Kota Pangkalpinang," kata lelaki yang akrab disapa Molen itu kepada Bangkapos.com usai kegiatan.

Apapun yang menjadi keluhan masyarakat lanjutnya, merupakan tanggung jawab pemerintah kota dalam menyejahterakan warga. Tentunya, dengan konsekuensi harus ada solusi yang terbaik. Terlebih, kondisi masyarakat di kawasan itu yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan.

Dia menyebut, dalam menyikapi permasalahan itu harus santai dan sabar, mengingat karakter masyarakat berbeda-beda dengan segala permasalahannya. Maka dari itu, ia meminta masyarakat memanfaatkan dirinya selagi masih menjadi wali kota.

"Kita harus sabar mengarahkan mereka ke arah yang sebenarnya, dengan cara-cara yang bisa mereka terima. Apapun yang jadi keluhan mereka itu kan menjadi tanggung jawab kami untuk mencari solusi," beber Molen.

Mengenai permasalahan kelangkaan tabung gas melon di kawasan itu, ia memastikan akan menjadi perhatian khusus. Jangan sampai harga gas elpiji tiga kilogram naik dan kuotanya semakin berkurang.

Pihaknya akan menyurati Penjabat Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ridwan Djamaluddin, dan dinas terkait untuk membantu menyelesaikan permasalahan ini. Hal itu mengingat kewenangan tersebut berada di pemerintah provinsi. Sedangkan pemerintah kota hanya sebatas pendataan dan pengawasan.

Termasuk juga dalam penyediaan BBM jenis pertalite bagi nelayan. Itu menjadi ranah pemerintah provinsi. Mengenai solusi jangka panjang, pihaknya akan membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar khusus Nelayan atau SPBN.

"Bagaimana kami mengatasi ini, terkait masalah gas harus kita putuskan. Termasuk BBM, jangka panjangnya akan kita bangun SPBN di Pangkalarang ini," ujarnya.

Sedangkan mengenai produk lokal UMKM yang tidak dapat masuk pasar Alfamart, Indomaret bahkan Transmart, karena kendala standar yang belum terpenuhi, termasuk status halal dan keterlambatan pembayaran, itu sudah dirinya rapatkan.

Bahkan Molen langsung melakukan video call dengan para pemangku kepentingan tiga ritel tersebut. Pada awal perjanjian, setiap investor harus menaungi 10 pelaku UMKM yang ada di Pangkalpinang.

Halaman
12
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved