Pos Belitung Hari Ini

Nadiem Ternyata Rekrut 400 Orang, DPR Persoalkan Tim Bayangan Bentukan Mendikbud Ristek

PT Telkom juga memenangkan tender pada jasa konsultan pengembangan platform Guru Profil dan pengembangan kompetensi senilai Rp 17 miliar.

Editor: Tedja Pramana
Kemendikbud
Mendikbud Ristek, Nadiem Makarim. 

POSBELITUNG.CO, JAKARTA - Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi ( Kemendikbud Ristek) ternyata mempekerjakan sebuah shadow tim atau tim bayangan. Jumlahnya cukup banyak mencapai 400 orang. Bahkan kewenangan pimpinan tim bayangan ini setara dengan pejabat eselon 1.

Namun keberadaan tim bayangan atau 'Shadow Organization' di Kemendikbud Ristek ini terus menjadi sorotan. Selain berjumlah sebanyak 400 orang, pembentukan tim bayangan tersebut dianggap pemborosan keuangan.

Terungkapnya pembentukan tim khusus ini viral dan menjadi polemik setelah Mendikbud Ristek Nadiem Makarim mengungkapkannya saat menjadi salah satu pembicara pada rangkaian kegiatan United Nation Transforming Education Summit di markas besar PBB, New York, Amerika Serikat pekan lalu.

Nadiem mengatakan dirinya memiliki 400 orang yang disebutnya sebagai shadow tim atau tim bayangan. Ia juga mengatakan kewenangan pimpinan tim ini setara dengan pejabat eselon 1.

Namun setelah pernyataannya menuai polemik, Nadiem berusaha mengklarifikasi. Ia mengatakan tim khusus ini bukan organisasi bayangan. Ia menyebutnya sebagai Mirroring Tim. Tim ini menjadi cermin dari organisasi internal di kementerian. Ia juga menegaskan tim ini merupakan vendor yang dibayar dengan sistem kontrak.

Penelusuran Tribun di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kemendikbud Ristek diketahui untuk mempekerjakan 55 orang jasa konsultan platform Guru Pembelajaran dianggarkan Rp 27.3 miliar. Tender ini dimenangkan oleh PT Telkom dengan Harga Perkiraan Sementara (HPS) Rp23,7 Miliar.

Selain itu PT Telkom juga memenangkan tender pada jasa konsultan pengembangan platform Guru Profil dan pengembangan kompetensi senilai Rp 17 miliar.

Klarifikasi yang disampaikan Nadiem tersebut mendapat sorotan dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI dengan Mendikbud, Senin (26/9). Anggota Komisi X dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Zainuddin Maliki mengatakan pihaknya tidak pernah mengetahui keberadaan 400 orang tim khusus ini karena tidak pernah disampaikan oleh Mendikbud dalam raker.

"Ada 400 orang itu jumlah yang banyak lho tapi tidak pernah dikomunikasikan," ujarnya.

Zainuddin mengharapkan Mendikbud lebih transparan dalam menjalankan program pemerintah. Ia juga menilai besarnya alokasi anggaran untuk pembuatan platform digital ini tidak terlalu dibutuhkan saat ini.

"Digitalisasi pendidikan ini kan sudah banyak dikeluhkan oleh siswa, karena yang mereka inginkan pendidikan tatap muka," tegasnya.

Ia menambahkan Komisi X DPR RI akan melakukan pengawasan pada pembentukan tim ini. Khususnya pada penggunaan anggaran agar tidak terjadi penyimpangan. "Apakah dibalik ini ada penyimpangan kita akan melakukan pengawasan," ujarnya.

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Sodik Mudjahid menilai sebanyak 400 orang tim khusus Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim tidak memiliki kinerja yang spesial.

Sebab sejumlah produk digitalisasi yang diklaim hasil kerja dari tim khusus ini seperti Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah) Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) sudah ada sebelum Nadiem menjabat sebagai menteri.

Halaman
123
Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved