Berita Kriminalitas

Sat Resnarkoba Polres Belitung Ungkap Penjual Sinte dan Obat Keras dari Info di Media Sosial

Ia menjelaskan, proses penangkapan tersangka berawal dari dumas lewat akun instagram Sat Resnarkoba Polres Belitung pertengahan Agustus 2022 lalu.

Penulis: Dede Suhendar | Editor: Novita
Posbelitung.co/Dede Suhendar
Kasi Penmas Sihumas Polres Belitung, Ipda Belly Pinem, bersama anggota Sat Resnarkoba menunjukkan barang bukti dan pelaku penjual sinte dan obat keras pada Selasa (27/9/2022). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Berawal dari pengaduan masyarakat (dumas) melalui instagram, jajaran Sat Resnarkorba berhasil mengamankan lelaki penjual tembakau sintetis (sinte) dan obat keras.

Hasil penyelidikan dan undercover (penyamaran), tim berhasil menangkap tersangka berinisial NC alias Dedek (20) warga Kelurahan Pangkal Lalang, Kecamatan Tanjungpandan, pada 12 September 2022 lalu.

Berdasarkan penggeledahan rumah disaksikan kepala lingkungan (kaling), orang tua tersangka dan warga, ditemukan satu kantong plastik berisikan daun kering diduga sinte, obat merek Tramadol HCL 50 mg dan merek Trihexyphenidyl.

"Modus operandi, tersangka membeli sinte, tramadol dan trihexyphenidyl dari medos. Kemudian diedarkan di wilayah Belitung dengan harga Rp150 ribu per gram untuk sinte dan tramadol Rp80-90 ribu per strip," ungkap Kasi Penmas Sihumas Polres Belitung, Ipda Belly Pinem, Selasa (27/9/2022).

Ia menjelaskan, proses penangkapan tersangka berawal dari dumas lewat akun instagram Sat Resnarkoba Polres Belitung pertengahan Agustus 2022 lalu.

Informasi tersebut menyampaikan adanya akun instagram yang mengirim map (peta) lemparan transaksi narkotika.

Tim Sat Resnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan undercover demi mengungkap peredaran narkoba tersebut.

Proses undercover dilakukan dengan cara membeli dengan tersangka. Setelah transfer ke rekening, didapatkan map lemparan di belakang Stadion Pangkal Lalang dengan barang bukti di dalam kotak rokok.

"Setelah dilakukan profiling terhadap rekening, tersangka langsung diamankan di rumahnya," kata Pinem.

Pascapenangkapan, tambahnya, jajaran Sat Resnarkoba harus melakukan uji lab terhadap barang bukti diduga sinte.

Hasil pengujian pertama, barang bukti tiga plastik klip kecil positif sinte. Sedangkan kemasan plastik besar harus dilakukan uji kedua.

"Tersangka mengatakan plastik besar itu tembakau gayo, tapi tetap harus dibuktikan," ucapnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) dan atau Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkoba dan Pasal 197 atau Pasal 196 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan. ( Posbelitung.co/Dede Suhendar)

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved