Berita Lokal Bangka

Belasan Tahun Jadi Honorer, Andi Kecewa Namanya Tak Masuk Pendataan Tenaga Non ASN BKN

Tak hanya Andi, rekan-rekan honorernya yang berprofesi sebagai supir, satpam dan petugas kebersihan lainnya mengalami hal serupa.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Khamelia
net
Ilustrasi honorer 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Andi kecewa mengetahui namanya tak terdata pada dokumen Portable Document Format(PDF) yang berjudul Daftar Nama Pegawai Tenaga Kontrak Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang masuk ke dalam pendataan tenaga non ASN BKN yang tersebar beberapa waktu lalu.

PDF tersebut berisikan 34 lembar, dengan isi 2.554 nama pegawai tenaga kontrak lengkap dengan jabatan, nama dinas, OPD atau badan tempat yang bersangkutan bekerja.

Tak hanya Andi, rekan-rekan honorernya yang berprofesi sebagai supir, satpam dan petugas kebersihan lainnya mengalami hal serupa.

Andi sendiri mengaku sudah belasan tahun bekerja di Pemprov Babel sebagai supir.

"Banyak yang tidak masuk, kecewa sudah belasan tahun, kalah sama yang baru 2 tahunan saja terdata. Gak boleh gitu, di kabupaten lain semua di data. Kenapa di provinsi 3 bidang ini tidak terdata?," sesal Andi, Rabu (28/9/2022).

Mengenai hal ini, Andi bersama honorer lain sudah mendatangi Pj Gubernur Bangka Belitung Ridwan Djamaluddin untuk meminta penjelasan dan solusi.

"Kawan-kawan bereaksi, sudah menghadap pak Pj kemarin, pak Pj siap bantu, masih nunggu pak Sekda, nanti pak Sekda menentukan final," kata Andi.

Dengan wacana tenaga honorer dari bidang supir, satpam dan petugas kebersihan akan diberikan kepada pihak ketiga melalui outsourcing, Andi mengaku resah dan mungkin saja, berancang-ancang untuk mencari pekerjaan lain.

"Lihat lah nanti gimana, outsourcing itu bagaimana?, posisi lagi tidak aman, siap-siap, cari yang lain, jangan nyari pas ketika sudah diberhentikan. Tapi yang penting saat ini data dulu, masalah terima atau tidak, nanti dulu, yang penting kami didata dulu, kecewa kami di situ," kata Andi.

Masih Pemetaan, Belum Final

Hingga tanggal 1 September 2022 berdasarkan data dalam sistem informasi tenaga kontrak (Sitagar), jumlah semua honorer di pemerintah provinsi Bangka Belitung ada 4.023 orang.

Sementara, PDF tersebut berisikan 34 lembar, dengan isi 2.554 nama pegawai tenaga kontrak.

Artinya ada sekitar ribuan tenaga honorer di lingkungan pemprov yang tidak terdata.

Dihubungi terpisah, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Bangka Belitung,Susanti belum dapat berkomentar banyak mengenai data tenaga non ASN BKN tersebut.

"Maaf ya belum bisa  konfirmasi banyak karena masih dalam proses tahapan pemetaan, belum final.

Masih proses untuk terima masukan dan koreksi dari pihak-pihak yang dapat dipertanggungjawabkan sampai dengan batas waktu terakhir input 30 September 2022," kata Susanti.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Gubernur Bangka Belitung, Ridwan Djamaluddin memastikan draft yang beredar itu belum final, masih tahap pemetaan.

"Kita harus punya cara, itu upaya pemetaan, menurut yang lain belum akurat, secara substansi, kita memikirkan para honorer ini lebih penting," kata Ridwan.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: Bangka Pos
Tags
honorer
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved