Berita Belitung

Angka Kehamilan Remaja di Belitung Timur Menurun di Januari Hingga Agustus 2022, Ini Penyebabnya

Angka kehamilan remaja Kabupaten Belitung Timur di bawah umur 20 tahun menurun dibandingkan 2021.

Penulis: vine febriani | Editor: nurhayati
Posbelitung.co/Vine Febriani
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinkes Kabupaten Belitung Timur, Ikhsan. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Angka kehamilan remaja Kabupaten Belitung Timur di bawah umur 20 tahun menurun dibandingkan 2021.

Dari Januari - Agustus 2022 angka kehamilan di Belitung Timur sebanyak 79 remaja yang hamil, sedangkan tahun 2021 lalu mencapai angka 218 remaja. 

"Hal ini tentu sangat berdampak positif terhadap upaya penurunan penyebab resiko stunting," kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Timur, Muhammad Ikhsan kepada Posbelitung.co, Kamis (29/9/2022).

Dari total 79 remaja hamil ini, terdapat tujuh puskesmas di Kabupaten Belitung Timur yang mendata kehamilan remaja yakni, di Puskesmas Manggar sebanyak enam remaja hamil, Kelapa Kampit sembilan remaja, Mengkubang tiga remaja Renggiang lima, Simpangpesak empat remaja, Dendang 12 remaja, serta yang paling tinggi angka kehamilan remaja terdapat di Puskesmas Gantung sebanyak 40 remaja hamil.

Baca juga: Pria Berkaos Hitam Tewas di Hotel Rahat Icon Ternyata Kadus, Sorenya Masih Sehat Sempat Rapat Desa

Baca juga: Istri Ferdy Sambo Berpeluang Ditahan Kejaksaan Agung, Putri Candrawathi Dicekal ke Luar Negeri

Ikhsan mengatakan, penurunan angka kehamilan remaja ini terjadi semenjak adanya posyandu remaja yang terdapat di desa-desa Kabupaten Belitung Timur.

Walaupun dari total 39 desa di Kabupaten Belitung Timur hanya terdapat 20 posyandu remaja saja, ini merupakan hal yang baik.

Fungsi dari posyandi remaja sendiri merupakan upaya investasi terkait permasalahan remaja, memantau kesehatan remaja secara berkala, mengedukasi remaja untuk hidup sehat, menurunkan angka pernikahan dini, dan membekali remaja untuk mempersiapkan masa depan menuju generasi berencana yang kreatif dan berwawasan luas.

Menurut Ikhsan, perempuan yang hamil di usia remaja diketahui memiliki risiko delapan kali lebih besar untuk memiliki anak yang stunting, dibandingkan dengan perempuan yang telah dewasa.

Perempuan yang mengalami kehamilan di usia remaja cenderung tidak mampu menjamin anaknya mendapatkan nutrisi yang cukup. 

Janin yang ada di dalam kandungan mereka bersaing dengan tubuh mereka sendiri, yang juga masih dalam masa pertumbuhan untuk mendapatkan nutrisi sehingga kebutuhan nutrisi janin cenderung tidak terpenuhi. 

Baca juga: Wisata Belitung: Nikmati Keindahan Bawah Laut Pulau Kelayang Snorkeling Sepuasnya Ditemani Ikan Nemo

Diakuinya, dengan usia mereka yang masih remaja, mereka belum siap secara psikologis untuk merawat anak mereka setelah lahir. 

Stigma dan penolakan keluarga maupun sekolah terhadap mereka ketika mengalami kehamilan remaja, ditambah dengan pasangan yang juga cenderung belum siap secara finansial akan meningkatkan stres psikologis. 

Ikhsan mengatakan dari berbagai faktor tersebut, bahwa perempuan yang memgalami kehamilan remaja memiliki risiko yang tinggi untuk memiliki anak stunting. 

"Nah, karena ditahun 2022 ini sudah mulai menurun angka kehamilan remaja, harapannya kedepannya akan terus konsisten seperti ini, sehingga angka stunting pun akan ikut menurun," harap Ikhsan.
( Posbelitung.co/Vine Febriani)

 

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved