Kesehatan

Jangan Bangga! Ereksi Berjam-jam Bukan Pertanda Kuat, Begini Penjelasan dr Saddam Ismail

Kemampuan ereksi yang tahan lama, bahkan hingga berjam-jam bisa jadi pertanda ada masalah pada tubuh Anda. Kondisi ini disebut priapismus.

Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: Hendra
Freepik
Ilustrasi: Hubungan suami dan istri dalam keluarga 

POSBELITUNG.CO -- Hampir setiap pria mendambakan memiliki kemampuan ereksi yang tahan lama.

Namun jangan salah kaprah, kemampuan ereksi yang tahan lama, bahkan hingga berjam-jam bisa jadi pertanda ada masalah pada tubuh Anda

Kondisi ini disebut priapismus, yakni suatu kondisi atau kemampuan ereksi berkepanjangan selama beberapa jam.

Seorang pakar kesehatan, dr Saddam Ismail, mengatakan kondisi ini bisa terjadi setidaknya selama empat jam tanpa adanya rangsangan seksual.

Pada kondisi normal, seorang pria dapat ereksi saat alat vitalnya dipenuhi dengan darah dan mengendap di area sensitif tersebut hingga terjadinya orgasme.

Setelah itu, darah akan kembali normal dan ereksi pun selesai.

Jangan Bangga! Ereksi Berjam-jam Bukan Pertanda Kuat, Begini Penjelasan dr Saddam Ismail
Jangan Bangga! Ereksi Berjam-jam Bukan Pertanda Kuat, Begini Penjelasan dr Saddam Ismail (health.kompas.com)

Sementara pada pria yang mengalami priapismus, setelah orgasme, darah akan tetap mengumpul di area sensitif tersebut.

Hal inilah yang menyebabkan kondisi ereksi tahan lama, bahkan berjam-jam tanpa adanya rangsangan seksual.

dr Saddam Ismail menjelaskan, priapismus terbagi menjadi dua, yakni priapismus iskemik dan priampismus non iskemik.

Priapismus iskemik adalah suatu kondisi adanya sumbatan di pembuluh darah.

Darah yang seharusnya bisa keluar dari alat vital pria jadi tidak bisa keluar karena tersumbat.

Priapismus iskemik paling sering terjadi dan ini harus segera ditangani, karena ini adalah kondisi yang serius.

Ada beberapa penyebab seorang pria dapat mengalami priapismus iskemik, seperti :

  • Penyakitt tertentu, misalkan anemia sel sabit, leukemia, thalasemia, dan multiple myeloma.
  • Mengonsumsi obat-obatan, seperti obat pengencer darah, obat anti depresan, obat pereda pembesaran prostat, obat suntik untuk disfungsi ereksi, obat gangguan psikotik, obat terapi hormon, hingga obat ADHD.
  • Mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan dan penyalahgunaan Napza.

Selanjutnya priapismus non iskemik, yakni suatu kondisi di mana adanya robekan ataupun pecahnya pembuluh darah di alat vital pria, sehingga menyebabkan aliran darah terlalu banyak.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved