Berita Belitung

Pemuda Asal Belitung Gapai Mimpi Kuliah di Luar Negeri, Kini Jadi Calon Doktor di Australia

Dari sinilah ia memulai perjalanannya kuliah di luar negeri, hingga kini menjadi calon doktoral di The University of Queensland, Australia.

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Novita
IST/Dokumentasi Ammar
Muhammad Ammar Hidayahtulloh 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Menempuh pendidikan tinggi di luar negeri menjadi impian banyak mahasiswa. Mimpi inilah yang terus dirangkai Muhammad Ammar Hidayahtulloh.

Setelah menamatkan pendidikannya di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta 2019 lalu, ia pun mencari beasiswa pendidikan ke luar negeri.

Dari sinilah ia memulai perjalanannya kuliah di luar negeri, hingga kini menjadi calon doktor di The University of Queensland, Australia.

Sejak kecil Ammar memang gemar belajar. Dari cerita yang didengarnya dari sang ibu, bahkan saat usia tiga tahun dirinya sempat hilang dan ditemukan di SD. Motivasi belajarnya terbentuk dari dukungan kedua orang tuanya.

"Bahkan ketika mau lanjut S3, umi nyeletuk, 'ngapain sekolah tinggi-tinggi'. Aku jawab, 'ini kalau buka hasil didikan umi, tidak mungkin bakal suka belajar'. Dari dulu motivasi belajarnya emang tinggi, suka belajar karena dari didikan orang tua," tuturnya, Kamis (29/9/2022).

Bercita-cita menjadi diplomat, setelah menamatkan pendidikan di SMA Negeri 1 Tanjungpandan Ammar merantau ke kota pelajar. Kuliah jurusan hubungan internasional pun dijalaninya hingga diwisuda pada 2019.

Namun dalam prosesnya, keinginannya beralih tak menjadi diplomat. Ammar justru tertarik memiliki karir sebagai akademisi karena kesukaannya terhadap dunia pendidikan dan penelitian. Ia pun hobi menulis hingga memiliki banyak publikasi ilmiah.

"Saat kuliah ketemu lingkungan yang support, suka penelitian dan organisasi. Setelah punya pengalaman magang mulai berubah, lulus HI tidak mesti jadi diplomat. Merasa cocok mengajar karena suka mengajar, sharing ilmu, suka juga turun ke lapangan," ucap putra pasangan Yanupita Zuraidah dan Suhardi ini.

Ammar pun mulai mencari beasiswa pendidikan ke luar negeri. Ia sempat mencoba beasiswa ke Jepang, namun sayangnya tidak lolos. Tak patah arang, ia lalu diterima di sebuah perguruan tinggi di Thailand.

Di tengah program belajar di Thailand, pemuda kelahiran 6 Desember 1997 ini, ternyata mendapat informasi lolos program beasiswa di Australia. Ia pun rela melepaskan studinya di Thailand untuk belajar ke negeri kanguru.

Tepat pada Januari 2020 sebelum pandemi, ia pun berangkat menempuh studi S2 Development Practice di Universitas Queensland. Hanya 1,5 tahun, ia menyelesaikan studinya itu.

"Pertengahan Maret (2021) saat tengah menulis penelitian, dapat tawaran untuk melanjutkan studi S3. 31 Juni lulus S2, 2 Juli lulus beasiswa S3. Langsung jadi mahasiswa S3," kata Ammar.

Dalam studinya, ia berfokus pada isu politik gender. Ketertarikan Ammar pada isu politik gender sudah timbul saat dirinya menempuh pendidikan sarjana di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Perhatiannya pada isu ini terjadi karena fenomena posisi perempuan yang selalu terbatas dalam konteks sosial budaya.

Halaman
12
Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved