Konsultasi Dokter

Jangan Angkat Kepala Saat Mimisan, Begini Saran Dokter dalam Mengatasi Mimisan

Mimisan merupakan kondisi pendarahan di hidung akibat pecahnya pembuluh darah di hidung.

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Fery Laskari
posbelitung.co
Dokter Umum RSUD Muhammad Zein dr. Dewi Sartika saat menyampaikan mengenai mimisan melalui konter Pos Belitung, Kamis (29/9/2022). (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)   

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Mimisan merupakan kondisi pendarahan di hidung akibat pecahnya pembuluh darah di hidung. Penyebab mimisan bisa disebabkan akibat trauma seperti mengorek hidung, menggosok hidung terlalu kuat, benturan, kecelakaan atau kelembaban udara sehingga membuat hidung kering. 

Dalam mengatasi mimisan, seringkali seseorang menengadahkan atau mengangkat kepala. Rupanya hal ini tidak disarankan oleh dokter. 

Menurut dokter umum RSUD Muhammad Zein Belitung Timur dr Dewi Sartika, gerakkan menengadah atau berbaring ke arah kepala dapat menyebabkan darah yang mengalir jatuh ke pangkal tenggorokan. 

"Terutama pada pasien anak-anak mereka bisa merasakan tidak nyaman sehingga bisa terbatuk, dan berisiko gumpalan darahnya malah menyebabkan tersedak, gangguan nafas, bahkan sampai muntah," katanya, dalam program Konter atau Konsultasi Dokter Pos Belitung ( Posbelitung.co), Kamis (29/9/2022). 

Dalam menangani mimisan, ia menganjurkan untuk duduk tegak, lalu posisi kepalanya menunduk. Selanjutnya buka mulut dan bernafas melalui mulut, kemudian menekan cuping hidung. 

Selain menengadahkan kepala, penggunaan daun sirih di rongga hidung juga kerap dianggap masyarakat jadi cara menghentikan pendarahan hidung.

Mengenai ini, Dewi mengatakan secara medis dari penelitian khasiat daun sirih dalam mengatasi mimisan masih di level rendah. Belum akuratnya penelitian terkait kegunaan daun sirih untuk mengatasi mimisan membuatnya tak menganjurkan hal tersebut dilakukan. 

Mimisan yang terjadi bisa berulang. Pada anak-anak, sekitar 9 persen dari anak-anak yang pernah mimisan bisa berulang kembali.

Pada pasien anak, mimisan yang berulang bisa disebabkan karena trauma, menggores hidung karena sulitnya mengontrol aktivitas anak. Selain juga karena riwayat alergi seperti sering bersin kuat atau karena struktur pembuluh darah.

Pada dewasa, mimisan bisa terjadi pula pada pekerja yang beban kerjanya banyak sehingga stres yang menyebabkan rasa cemas dan gelisah lalu berimplikasi pada naiknya tekanan darah. 

Bisa juga karena tumor yang ada di dalam hidung atau bisa kelainan bawaan, sehingga hidung mudah berdarah. Ada juga penyebab dari penyakit lain seperti infeksi demam berdarah yang dapat membuat trombosit rendah dan timbul gejala berupa hidung berdarah atau mimisan

"Mimisan sebagian besar sifatnya ringan, sehingga cepat dan mudah disembuhkan. Beberapa kasus bahkan tidak perlu diapa-apakan, tunggu menunggu 10-15 menit. Dengan menekan cuping hidung 10-15 menit, 90-95 persen biasanya berhenti. Sekitar 5 persen yang darah lama sehingga butuh waktu lebih banyak," tuturnya. ( Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari) 

 

 

 

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved