Berita Belitung Timur

Persentase ODGJ Berat di Kabupaten Belitung Timur 2022 Meningkat 8 Persen, Ini Penyebabnya

Hal yang juga penting adalah tidak menolak atau menunjukkan keengganan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada ODGJ.

Editor: Novita
Posbelitung.co/Vine Febriani
Seksi Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa, Bidang P2P, Dinas Kesehatan Belitung Timur, Yulia Hermawati 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Pada tahun 2022 ini, jumlah orang dengan ganggguan jiwa ( ODGJ) berat di Kabupaten Belitung Timur meningkat. Pada tahun 2021 berjumlah sebanyak 296 orang, naik 8 persen di tahun 2022 menjadi 305 orang.

Banyak penyebab yang memengaruhi peningkatan jumlah tersebut.

Di tahun 2022 ini, daerah-daerah yang menyumbang kenaikan angka ODGJ di Belitung Timur yakni Manggar dengan angka paling tinggi yaitu 88 ODGJ, Kelapakampit 46, Mengkubang 58, Simpangrenggiang 20, Gantung 56, Simpangpesak 25, dan yang terakhir Dendang sebanyak 11 ODGJ.

Seksi Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa, Bidang P2P, Dinas Kesehatan Belitung Timur, Yulia Hermawati, mengatakan, pihaknya melakukan banyak upaya untuk menanggulangi masalah ini. Namun jika tidak ada dukungan dari masyarakat lingkungan sekitar dan keluarga yang bersangkutan, akan sulit sekali.

"Percuma kalo dari Dinkes sudah melakukan beberapa upaya dan pengobatan, tapi dari pihak keluarga kurang dukungannya," ucapnya kepada Posbelitung.co, Jumat (30/9/2022).

Dalam menyikapi hal ini, keluarga terkait beserta masyarakat, diharapkan tidak melakukan stigmatisasi dan diskriminasi kepada siapapun juga dalam pelayanan kesehatan.

Hal yang juga penting adalah tidak menolak atau menunjukkan keengganan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada ODGJ.

Pihak Dinkes Belitung Timur, akan senantiasa memberikan akses masyarakat pada pelayanan kesehatan, baik akses pemeriksaan, pengobatan, rehabilitasi maupun reintegrasi ke masyarakat pascaperawatan di Instalasi UGD gangguan jiwa di RSUD Belitung Timur.

Tak hanya itu, Dinkes melalui tim Bidang P2P juga akan melakukan berbagai upaya promotif dan preventif untuk mencegah terjadinya masalah kejiwaan, mencegah timbulnya dan kambuhnya gangguan jiwa, meminimalisasi faktor risiko masalah kesehatan jiwa, serta mencegah timbulnya dampak psikososial.

"Faktor penyebab ODGJ ini yang paling umum itu, faktor biologi, faktor psikologis, dan faktor sosial," sebut Yulia.

Yulia melanjutkan bahwa, faktor biologi antara lain adalah keturunan atau genetik, masa dalam kandungan, proses persalinan, nutrisi, riwayat trauma kepala dan adanya gangguan anatomi dan fisiologi saraf.

Selain itu, yang berperan terhadap timbulnya gangguan jiwa yaitu faktor psikologis, antara lain interaksi dengan orang lain, intelegensia, konsep diri, keterampilan, kreativitas, dan tingkat perkembangan emosional.

Sedangkan faktor sosial memengaruhi stabilitas keluarga, pola asuh orang tua, adat dan budaya, agama, tingkat ekonomi, nilai dan kepercayaan tertentu. ( Posbelitung.co/Vine Febriani)

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved