Berita Pangkalpinang

Wali Kota Pangkalpinang Ingatkan Pelaku Usaha Buang Sampah Sembarangan Ditindak Tegas, Ini Sanksinya

Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil menindak tegas siapapun yang membuang sampah sembarangan tak terkecuali pelaku usaha yang meninggalkan sampah.

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Tumpukan sampah yang ada di kawasan Pasar Pagi, Pangkalpinang, Jumat (30/9/2022) pagi. Tumpukan sampah tersebut didominasi sampah plastik, hingga sampah sayuran sisa para penjual di pasar tersebut. 

POSBELITUNG.CO -- Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil  akan menindak tegas siapapun yang membuang sampah sembarangan tak terkecuali pelaku usaha yang meninggalkan sampah berserakan.

Kebijakan ini akan diterapkan oleh Pemerintah Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung dalam waktu dekat.

Untuk itu bagi pihak hotel, restoran, rumah makan, toko hingga pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang membuang sampah sembarangan dan tidak menjaga kebersihan di lingkungannya akan diberi sanksi berupa denda hingga penutupan sementara tempat usaha mereka.

“Misalnya restoran, hotel dan lain sebagainya yang kotor di depannya kita kasih sanksi seminggu itu harus tutup,” kata Maulan kepada Bangkapos.com, Jumat (30/9/2022).

Baca juga: Persentase ODGJ Berat di Kabupaten Belitung Timur 2022 Meningkat 8 Persen, Ini Penyebabnya

Baca juga: KPU Belitung Timur Tetapkan Jumlah Data Pemilih Berkelanjutan Sebanyak 92.557 Orang

Maulan Aklil memaparkan, sanksi yang bakal diterapkan tersebut nantinya akan bervariasi tergantung dari tingkat kesalahan yang dilakukan oleh para pelaku usaha baik hotel, restoran, rumah makan, toko hingga UMKM di daerah itu.

Di mana saat ini regulasi tersebut masih dirinya susun untuk nantinya dapat diterapkan.

Misalnya jika telah diberikan teguran dan tidak mengindahkan peringatan tersebut, pihaknya akan melakukan penutupan sementara tempat usaha mereka.

Penutupan sendiri mulai dari sepekan hingga satu bulan lamanya.

“Toko juga yang buang sampah sembarangan, saya akan tutup selama satu bulan. Berikut pelaku UMKM yang jorok itu akan saya tutup selama seminggu,” tegas Molen sapaan akrabnya.

Menurut politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDI-P ini, diambilnya langkah tersebut untuk memberikan efek jera kepada masyarakat dan pelaku usaha yang masih kerap membuang sampah sembarangan dan tidak menjaga lingkungannya.

Dengan sanksi penutupan sementara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga menjaga lingkungan.

Terutama untuk mengatasi banjir, yang selama ini terjadi tidak hanya disebabkan oleh derasnya air hujan, namun juga karena tersendatnya aliran sungai oleh penumpukan sampah akibat ulah warga yang tidak peduli.

“Dengan begitu kan mereka ada efek jera. Ini gunanya untuk mereka juga, kami menutup itu tidak dapat duit. Ini wacana wacana yang ada di otak saya,” jelasnya.

Di samping itu diakui dia, agar sadar akan kebersihan dan menjaga lingkungan sekitarnya bisa melalui edukasi. 

Halaman
12
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved