Berita Pangkalpinang

Pekerja Sosial Bakal Dapat Uang Transpor Rp1 Juta Per Bulan Mulai 2023, Molen : Ini Bentuk Apresiasi

Politikus PDI-P ini mengakui, kenaikan insentif tersebut belum sebanding dengan pengorbanan mereka di lapangan.

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Novita
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Kabar gembira bagi pekerja sosial di Kota Pangkalpinang.

Tahun depan, Pemerintah Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akhirnya akan memberikan dana Rp1 juta per bulan untuk masing-masing pekerja sosial di Kota Pangkalpinang.

Rencana tersebut akan direalisasikan melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah atau APBD Kota Pangkalpinang tahun 2023 mendatang.

Bahkan pada anggaran perubahan APBD tahun 2022, insentif bagi Pekerja sosial masyarakat (PSM), Ketua Rukun Tetangga (RT), Ketua Rukun Warga (RW) sudah naik sebesar Rp250 ribu menjadi Rp750 ribu per bulan.

"Kami menyebutnya uang transpor, uang transportasi untuk mereka," kata Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil, kepada Bangkapos.com, Senin (3/9/2022).

Dia menyebut, sebelumnya telah menganggarkan biaya transportasi untuk kader PSM, RT hingga RW sebanyak Rp750 ribu per bulan. Pada tahun-tahun sebelumnya belum pernah ada penyesuaian uang transpor bagi mereka.

Hal ini juga sebagai bentuk apresiasi kepada mereka yang telah membantu pembangunan di Kota Pangkalpinang. Terlebih Pendapatan Asli Daerah  (PAD) pada tahun 2021 lalu, melebihi target sebesar 117 persen. Hal ini menjadi wujud apresiasi bagi mereka.

"Sebenarnya ini kan hanya bentuk penghargaan kita terhadap dengan pekerjaan yang mereka kerjakan 24 jam. Rp1 juta untuk tahun depan, sekarang Rp750 ribu," terang Molen, sapaan akrab Maulan Aklil.

Politikus PDI-P ini mengakui, kenaikan insentif tersebut belum sebanding dengan pengorbanan mereka di lapangan. Maka dari itu, pihaknya terus mengupayakan supaya kesejahteraan para guru mengaji, marbot masjid, RT, RW, hingga PSM, agar dapat naik setiap tahunnya walaupun tidak besar.

Disamping itu, kenaikan insentif tersebut tetap mempertimbangkan kondisi keuangan yang ada, sehingga kenaikan harus dilakukan secara bertahap. Pasalnya, jika dinaikkan sekaligus menjadi Rp1 juta per bulan, kondisi keuangan saat ini belum memadai.

"Dengan inilah bisa menghibur hati mereka, dihitung-hitung dengan pekerjaan yang mereka tanggung itu, saya rasa lumayanlah untuk membantu mereka. Ini bentuk penghargaan kita terhadap mereka," ucapnya.

Kendati demikian, kata Molen, kesejahteraan tidak hanya dapat diukur dengan materi. Oleh sebab itu, selain menaikkan insentif, pihaknya akan mengajak para kader-kader sosial masyarakat untuk melakukan family gathering atau kegiatan kumpul bersama pada akhir tahun. Ini untuk mempererat hubungan dengan mereka.

"Saya rasa mereka senang, kerja mereka jadi happy, mereka semangat. Ini kan dampaknya luar biasa untuk masyarakat Kota Pangkalpinang," kata Molen. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved