Berita Pangkalpinang

Pemkot Pangkalpinang Pastikan APBD Tahun 2023 Sesuai RPJMD

Terutama untuk dapat memenuhi amanat dan aspirasi masyarakat sesuai dengan visi dan misi yang diusung serta rencana strategis daerah.

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Tedja Pramana
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil. 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil mengatakan, program pembangunan pada APBD tahun 2023 akan diprioritaskan terhadap Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah atau RPJMD. Dimana tahun 2023 merupakan tahun akhir RPJMD periode 2018-2023.

"Arah kebijakan pembangunan pada tahun 2023 merupakan arah kebijakan tahun terakhir RPJMD periode 2018-2023, sehingga diharapkan semua prioritas sudah dapat diselesaikan," kata dia kepada Bangkapos.com usai menghadiri rapat Paripurna di Gedung DPRD setempat, Senin (3/10/2022).

Maulan Aklil mengungkapkan, rancangan APBD yang disampaikan kepada legislatif setempat merupakan agenda tahunan bagi Pemerintah Kota Pangkalpinang.

Terutama untuk dapat memenuhi amanat dan aspirasi masyarakat sesuai dengan visi dan misi yang diusung serta rencana strategis daerah.

Diakui Molen sapaan akrabnya, pada tahun 2023 masyarakat masih dihadapkan pada beberapa risiko.

Mulai dari gejolak ekonomi global yang masih tinggi dan berpotensi mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi domestik dalam jangka pendek.

Begitu pula dengan kenaikan laju inflasi dan eskalasi harga-harga komoditas pokok dan adanya kenaikan bahan bakar minyak harus diwaspadai.

"Sehingga APBD pada tahun 2023 ini diharapkan dapat mendorong pemulihan ekonomi dan berperan melindungi masyarakat, serta mampu menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi untuk terus tumbuh secara optimal dan berkelanjutan," terang Molen.

Tak hanya itu, APBD Tahun 2023 diharuskan mampu membangkitkan optimisme dan mendukung pencapaian target pembangunan, dengan tetap antisipatif dan responsif terhadap berbagai kemungkinan yang sangat dinamis termasuk laju inflasi yang tinggi.

Di samping itu, pendapatan daerah yang ditargetkan dalam rancangan APBD tahun anggaran 2023 diklaim merupakan perkiraan yang terukur secara rasional dan memiliki kepastian serta harus berdasarkan pada ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dimana pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp711,59 miliar. Mulai dari target pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp166,41 miliar dengan komposisi pajak daerah sebesar Rp110 miliar, retribusi daerah sebesar Rp14,79 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah sebesar Rp6,36 Miliar, lain-lain PAD yang sah sebesar Rp35,25 Miliar.

"Kita harus berupaya maksimal untuk mencapai target pendapatan asli daerah, terutama pajak daerah dan retribusi daerah sebagai sumber pendanaan pembangunan daerah," ucapnya.

Meskipun begitu kata Molen, untuk pendapatan transfer masih mendominasi terhadap penerimaan pendapatan daeran dan diestimasikan sebesar Rp540,17 miliar.

Dengan komposisi dana transfer pusat sebesar Rp477,92 miliar, dana transfer antar daerah Rp62,25 miliar, lain-lain pendapatan daerah yang sah sesuai peraturan perundang-undangan, sebesar Rp5 miliar.

Halaman
12
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved