Berita Lokal

1.054 Tenaga Honorer di Pangkalpinang Tak Masuk Pendataan, Ini Penyebabnya

Fahrizal mengungkapkan, ada beberapa kriteria yang membuat ribuan tenaga honorer itu tidak masuk ke dalam pendataan.

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Khamelia
net
Ilustrasi honorer 

POSBELITUNG.CO – Ribuan tenaga non aparatur sipil negara atau non-ASN alias tenaga honorer di Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung tidak masuk dalam kriteria pendataan tenaga non-ASN yang dilakukan pemerintah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kota Pangkalpinang, Fahrizal mengatakan, setidaknya terdapat 1.054 orang tenaga honorer yang tidak masuk kriteria pendataan tenaga non-ASN yang dilakukan sejak 4 Agustus hingga 30 September 2022.

“Ada 1.054 orang tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang yang tidak masuk ke dalam pendataan tenaga non-ASN yang kami lakukan,” kata dia kepada Bangkapos.com, Selasa (4/10/2022).

Fahrizal mengungkapkan, ada beberapa kriteria yang membuat ribuan tenaga honorer itu tidak masuk ke dalam pendataan. Hal itu sebagaimana diatur di dalam Surat Edaran (SE) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Nomor B/1511/M.SM.01.00/2022 tentang Pendataan Tenaga Non-ASN di Lingkungan Pemerintah.

Syarat dan ketentuan tenaga honorer yang masuk pendataan, yakni pertama berstatus tenaga honorer kategori II (THK-II) yang terdaftar dalam database Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan pegawai non-ASN yang telah bekerja pada instansi pemerintah.

Kedua mendapatkan honorarium atau upah dengan mekanisme pembayaran langsung dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk instansi pusat dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk instansi daerah.

Ketentuan ini, tidak berlaku bagi tenaga honorer yang mendapat honorarium melalui mekanisme pengadaan barang dan jasa, baik individu maupun pihak ketiga.

Ketiga diangkat paling rendah oleh pimpinan unit kerja. Keempat telah bekerja paling singkat satu tahun pada 31 Desember 2021. Kelima berusia paling rendah 20 tahun dan paling tinggi 56 tahun pada 31 Desember 2021.

Namun mayoritas tenaga honorer yang tidak terdata itu lantaran tidak memiliki ijazah, berkerja kurang dari satu tahun per 31 Desember 2021 hingga resign atau mengundurkan diri saat proses pendataan berlangsung.

“Ada juga yang umurnya sudah lebih dari 65 tahun, selain itu banyak yang bekerja kurang dari satu tahun,” terang Fahrizal.

Di sisi lain lanjut dia, sampai proses pra finalisasi pendataan tenaga honorer per 30 September 2022 kemarin terdapat 2.939 orang tenaga non-ASN yang dinyatakan memenuhi kriteria.

Rinciannya THK-II sebanyak 27 orang dan 2.912 orang pegawai non-ASN. Jumlah itu dari total 3.993 tenaga honorer di Pemkot Pangkalpinang.

Padahal sebelumnya saat awal pendataan tercatat hanya 3.882 orang tenaga honorer. Setelah pendataan berlangsung ternyata bertambah sebanyak 111 orang dan menjadi 3.993 orang. Hal itu lantaran ada data yang tidak sinkron dengan perangkat daerah yang ada.

“Jadi 2.939 orang tenaga honorer ini adalah yang memenuhi kriteria dan telah membuat akun,” ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved