Berita Beliung

WBP Lapas Tanjungpandan Manfaatkan Sampah Botol Plastik Jadi Media Tanam Hidroponik

Berbagai pelatihan diberikan Lapas Kelas IIB Tanjungpandan kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP) demi bekal keterampilan.

Penulis: Dede Suhendar | Editor: nurhayati
Dok/Lapas Kelas IIB Tanjungpandan
Kasubsi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIB Tanjungpandan Riski menunjukkan tanaman hidrponik menggunakan sampah botol bekas pada Rabu (5/10/2022). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Berbagai pelatihan diberikan Lapas Kelas IIB Tanjungpandan kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP) demi bekal keterampilan setelah selesai menjalani hukuman nantinya. 

Diantaranya membuat media tanaman hidroponik dengan memanfaatkan sampah botol plastik. 

Ide kreatif yang diprakarsai Kasubsi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIB Tanjungpandan Riski itu berawal saat dirinya melihat tumpukan sampah yang mayoritas botol dan gelas plastik. 

"Kami mulai dari mengumpulkan sampah tersebut dan dibersihkan untuk dijadikan media tanam. Kami cari tekhniknya dengan konsultasi bersama Penyuluh Pertanian termasuk cari di media online dan juga Youtube," kata Riski melalui siaran rilis Lapas Kelas IIB Tanjungpandan pada Rabu (5/10/2022). 

Baca juga: Ngamen di Lampu Merah, 11 Remaja Diamankan Satpol PP Belitung

Baca juga: Kepala BKPSDM Belitung Ingatkan Jangan Salah Tafsir dengan Input Data di Website Non ASN

Menurutnya bercocok tanam secara hidroponik tidak perlu biaya mahal dan perlengkapan serba baru. 

Namun bisa dengan memanfaatkan barang bekas sebagai media penanaman ditambah arahan dari tenaga ahli yang tepat, sebab poin yang ingin dicapai justru hasil panen bukan dari tampilan media tanamnya. 

Menurutnya ide sederhana tersebut cocok dengan WBP terutama saat mereka selesai menjalani hukuman dan terkendala modal untuk memulai usaha. 

Karena dengan modal Rp100.000, tanaman hidpronik dengan media sampah botol plastik bisa diterapkan. 

"Apalagi untuk WBP, yang ketika bebas nanti mereka bingung untuk memulai usaha harus dari mana, modalnya dari mana. Dengan pengalaman ini kami berharap mereka bisa langsung memulai langkah baru tanpa harus berifikir luasnya lahan dan modal yang besar," kata Riski. 

Baca juga: 1.054 Tenaga Honorer di Pangkalpinang Tak Masuk Pendataan, Ini Penyebabnya

Kalapas Kelas IIB Tanjungpandan Romiwin Hutasoit menambahkan saat ini fokus pembinaan jeterampilan yang dilakukan oleh jajarannya adalah life skill. 

Oleh sebab itu, lapas menjalin kerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Belitung untuk memberikan penyuluhan terkait budidaya Pertanian yang dapat dikembangkan di Lapas. 

Bahkan beberapa waktu lalu pihaknya sempat melaksanakan kegiatan pelatihan pertanian Hidroponik dan berhasil dikembangkan oleh jajaran Subseksi Kegiatan Kerja dengan teknik yang Inovatif. 

"Kita bergerak bersama-sama, dengan kreasi dan inovasi untuk membunuh kejenuhan dari proses menjalankan masa pidana di Lapas dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat," kata Romiwin.

(Posbelitung.co/Dede Suhendar)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved