Berita Belitung

Pengelolaan Sampah di Belitung Baru 20 Persen, Upayakan Berdayakan Pemerintah Desa

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Belitung Yasa mengatakan pengelolaan sampah di Kabupaten Belitung sejauh ini baru sebatas 20 persen. 

Penulis: Disa Aryandi | Editor: nurhayati
Dok/DLH Belitung
Kondisi tumpukan sampah yang menggunung di TPA Gunung Sadai, Tanjungpandan, Belitung, Kamis (6/10/2022). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Belitung Yasa mengatakan pengelolaan sampah di Kabupaten Belitung sejauh ini baru sebatas 20 persen. 

Persentase itu terbilang baru sebatas pemilahan sampah dan pembuatan pupuk kompos.

Itu sudah dilakukan di tempat pembuangan sementara (TPS).

Sedangkan lainnya masih dikategorikan dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) secara langsung. 

"Baru sebatas itu sekarang, bahkan baru terhitung kemarin maksimal yang dikelola baru 18 persen dari 100 persen," kata Yasa kepada Posbelitung.co, Kamis (6/10/2022).

Baca juga: TPA Gunung Sadai Sudah Menghawatirkan Hanya Bisa Menampung Sampah hingga Dua Tahun Kedepan

Baca juga: Usulan Anggaran KONI Belitung Senilai Rp 16 Miliar untuk Porprov 2023 Belum Disetujui

Pengelolaan sampah ini, lanjut dia, harusnya sudah dilakukan dari rumah tangga.

Warga paling tidak bisa memisahkan sampah organik dan non organik. Itu sangat penting, agar seluruh sampah tidak dibuang ke TPA. 

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gunung Sadai, Desa Juru Seberang, Tanjungpandan, Belitung, sudah mengkhawatirkan.
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gunung Sadai, Desa Juru Seberang, Tanjungpandan, Belitung, sudah mengkhawatirkan. (Ist)

Ia mencontohkan, seperti sampah dapur bisa dimanfaatkan oleh warga menjadi pupuk kompos. Sedangkan sampah plastik bisa dibuang ke TPA.

"Ini tentu sangat membantu kami. Yang terjadi sekarang ini sampah yang dikirim ke TPA itu ranting, kayu, kalau sudah bercampur sudah padat, tidak bisa dipilah lagi," sarannya.

Agar pengelolaan sampah ini lebih maksimal, menurut Yasa, awalnya pengelolaan sampah sudah ada pihak ketiga yang berencana melakukan pemanfaatan, yaitu dengan membuat kompos sebagai bahan energi.

"Hanya saja kendala nya kemarin mereka belum ada anggaran. Sedangkan Pemda juga tidak ada anggaran untuk itu," bebernya.

Baca juga: Laka Tunggal di Desa Batu Itam Belitung, Mobil Innova Hantam Tiang Listrik hingga Patah

Selain itu, pihaknya juga tetap akan mendorong Pemerintah Desa (Pemdes) agar melakukan pengelolaan sampah di Desa setempat. Satu diantara Desa yang sudah menerapkan itu, Desa Air Seruk.

"Itu sudah jalan dan sudah bagus. Tapi kami akan berupaya memaksimalkan jajaran di desa, agar membantu kami dalam pengelolaan sampah ini, agar volume sampah di TPA sedikit berkurang," harap Yasa.

( Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved