Berita Belitung

Kecamatan Sijuk Dominasi Angka Stunting, Dinkes Fokus Garap 12 Desa Lokus Stunting 2023

Sesuai target nasional angka stunting 14 persen pada 2024, masih terdapat 7 desa yang angka prevalensi stuntingnya di atas 14 persen.

Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Bupati Belitung, H Sahani Saleh. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Hasil pengukuran data stunting menunjukkan Kabupaten Belitung mengalami penurunan prevalensi stunting pada 2022.

Berdasarkan pengukuran status gizi pada Agustus, prevalensi stunting di Kabupaten Belitung sebesar 7,33 persen pada 2021, menurun menjadi 6,60 pada 2022.

Meski data prevalensi stunting menurun, namun masih terdapat desa-desa yang prevalensinya di atas rata-rata. Terutama desa-desa di Kecamatan Sijuk.

Sesuai target nasional angka stunting 14 persen pada 2024, masih terdapat 7 desa yang angka prevalensi stuntingnya di atas 14 persen.

"Desa tersebut yakni Desa Petaling di Kecamatan Selatan Nasik, dan tujuh desa di Kecamatan Sijuk yakni Sungai Padang, Air Seruk, Sijuk, Air Selumar, Pelepak Pute, Keciput, dan Tanjung Binga," kata Kabid Kesehatan Masyarakat, drg Poppy Aprilia pada Minggu (6/11/2022).

Dalam upaya menekan angka stunting, desa-desa tersebut masuk dalam desa lokus stunting pada 2023. Ditambah lima desa lainnya yakni Desa Suak Gual, Badau, Kacang Butor, Ibul, dan Pangkallalang.

Sebanyak 12 desa yang masuk dalam desa lokus stunting 2023 tersebut juga didasarkan pada data analisa situasi aplikasi e-monev dari Kemendagri melalui pengukuran per Februari 2021.

"Khusus Kelurahan Pangkallalang masuk sebagai lokus stunting 2023 karena indikator jumlah keluarga berisiko dan jumlah amal stunting tinggi walaupun angka prevalensi stuntingnya rendah," tambahnya.

Sementara itu, Bupati Belitung, H Sahani Saleh juga tak menampik tingginya angka prevalensi stunting yang terjadi di Kecamatan Sijuk.

Menurutnya, rawannya kasus stunting perlu ditangani dengan menggali akar permasalahan.

Satu di antara penyebab tingginya risiko stunting tidak terlepas dari masih terjadinya pernikahan di bawah umur.

Dalam mengatasi persoalan ini perlu kerjasama semua pihak, baik masyarakat, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.

"Akar masalahnya harus dicari dan diselesaikan, kalau tidak ketemu akar masalahnya, akan sulit menyelesaikan persoalan ini. Kalau dari segi kesehatan sudah banyak program yang dijalankan jauh-jauh hari, seperti memberikan suplemen penambah darah," jelasnya.

Berikut data prevalensi stunting desa yang masih di atas 14 persen:

Kecamatan Selat Nasik
* Desa Petaling: 15 persen

Kecamatan Sijuk
* Sungai Padang: 23,53 persen
* Air Seruk: 21,07 persen
* Sijuk: 17,39 persen
* Air Selumar: 15,84 persen
* Pelepak Pute: 15,52 persen
* Keciput: 14,74 persen
* Tanjung Binga 14,53 persen

(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved