Sidang Ferdy Sambo

Jenazah Yoshua Ditutupi Masker Hitam, Sopir Ambulan Disuruh Periksa Nadi dan Matikan Sirine

Ahmad Syahrul Ramadhan mengaku  saat ia tiba sempat juga memeriksa nadi Yosua, namun dikatakannya Yosua sudah tidak bernyawa.

Editor: Khamelia
(Annas Furon Hakim/TribunJakarta.com)
Richard Eliezer alias Bharada E menyalami keluarga Brigadir J saat sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (25/10/2022). 

POSBELITUNG.CO -- Sejumlah saksi dihadirkan di sidang kasus Ferdy Sambo.

Salah satunya adalah Ahmad Syahrul Ramadhan seorang sopir ambulans yang mengaku mengangkut jenazah Brigadir Yosua di Duren Tiga, menjadi saksi di persidangan gabungan untuk terdakwa Eliezer, Ricky Rizal dan Kuat Maruf di PN Jakarta Selatan pada  hari Senin, (7/11/2022).

Dikutip dari KompasTV, saat persidangan berlangsung  hakim  sempat menunjukkan foto penampakan jenazah Yosua Hutabarat sesaat usai ditembak pada 8 Juli 2022.

Dalam foto tersebut, nampak jenazah Yosua dengan posisi terlentang.

Kemudian Ahmad Syahrul mengatakan kala itu  ia melihat wajah Brigadir J yang sudah tak bernyawa dan ditutupi oleh masker hitam.

Ahmad Syahrul Ramadhan mengaku  saat ia tiba sempat juga memeriksa nadi Yosua, namun dikatakannya Yosua sudah tidak bernyawa.

Matikan Sirine

Sopir ambulan yang membawa jenazah Brigadir J dari rumah Ferdy Sambo menuturkan sejumlah kejanggalan saat melakukan penjemputan jenazah.

Kesaksian sopir ambulan bernama Ahmad Syahrul Ramadhan itu diungkapkan di persidangan pembunuhan Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Senin (7/11/2022).

Ahmad Syahrul Ramadhan mengatakan bahwa ia diminta oleh seorang Provos yang saat itu anak buah Ferdy Sambo untuk mematikan sirine saat masuk ke Kompleks Polri Duren Tiga yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP) tewasnya Brigadir J.

Awalnya, Syahrul menceritakan bahwa dirinya mendapatkan kiriman lokasi dari kantornya untuk melakukan penjemputan jenazah sekitar pukul 19.13 WIB pada 8 Juli 2022.

Lalu, dia pun bergegas menuju lokasi dari Tegal Parang menuju Kompleks Polri Duren Tiga.

Sesampainya di sana, Syahrul bertemu dengan orang yang tidak dikenal mengetuk kaca mobilnya.

Lalu, orang tak dikenal itu pun mengarahkannya untuk masuk ke Kompleks Polri Duren Tiga. Namun sirine dan protokol ambulan harus dimatikan.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved